,
05 Oktober 2019 | dibaca: 713 Kali
Tak  Lolos Verifikasi, Bacalon Kades Tempuh Jalur Hukum
noeh21
Siti Komsah Bacalon Kades Tak Lolos Verifikasi saat wawancara dengan wartawan Media Skandal.com.
Rembang, Skandal

Siti Komsah, salah satu Bacalon Kades tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Niatnya ikut Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak kandas. Pasalnya berita acara hasil penelitian berkas persyaratan Bakal Calon (Bacalon) Kepala Desa oleh tim Panitia Panwas Kecamatan, ijazah yang diajukannya dinilai tidak memenuhi persyaratan.

Dalam Berita Acara Penelitian Berkas Persyaratan Bakal Calon Kepala Desa yang dibacakan Ketua Panitia Pilkades diacara penetapan calon dan pengambilan undian nomor urut calon Kades di Balai Desa Blimbing  Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang Jumat (4/10) menyatakan; ijazah Madrasah Diniyah Takmiliyah yang diajukan sebagai persyaratan Bacalon Kades belum sederajat dengan ijazah SMP, karena tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 13 Tahun 2014 Pasal 49 ayat (1).

Pasal 49 ayat (1) itu berbunyi : Lulusan Madrasah Diniyah Takmiliyah dapat dihargai sederajat dengan pendidikan formal setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi dan ditunjuk oleh Direktur Jendral.



Warjuki No.1 dan Juwariyah No.2 yang dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai Calon Kades di Pilkades Serentak Desa Blimbing Kec. Sluke. Kab. Rembang


Tak terima  keputusan itu, Siti Komsah membawa persoalan itu ke jalur hukum dengan menunjuk pengacara sebagai kuasa hukumnya. Bahkan ketika wawancara dengan wartawan media one line Skandal.com usai acara,  ia tak banyak berkomentar.

 Alasannya telah menyerahkan persoalan itu kepada kuasa hukumnya.
“Masalah ini sudah kami wakilkan kepada kuasa hukum. Kalau membutuhkan informasi silahkan kepada kuasa hukum.” tandasya.

Ketua Panitia Pilkades Muchammad Toha mengatakan, bagi Bacalon yang kurang puas atas keputusan ini bisa menempuh jalur hukum. Tetapi tahapan-tahapan Pilkades harus tetap dilalui sampai selesai, sampai terpilihnya kepala desa yang baru. 

“Sampai batas waktu terakhir tanggal 30 September kami bersama panitia menunggu  di sekretariat untuk menanti kekurangan berkas yang kurang dari bakal calon sampai jam 00. WIB. Setelah itu, ada yang melengkapi ada juga yang tidak. Sampai sekarang ini, bagi yang dinyatakan lengkap hari ini dapat ditetapkan sebagai calon kades," katanya.

Toha juga tak menampik  jika kelengkapan berkas Bacalon kades atas nama Siti Komsah lengkap, termasuk ijazah. Hanya saja untuk menilai ijazah itu sah atau tidaknya, pihak dari tim panitia Panwas Kecamatan yang memutuskannya.

Penanggung Jawab Panwas Kecamatan Sluke Haryadi, SH. mengatakan, selaku Panwas Kecamatan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbub) salah satunya Perbub No. 35 tahun 2016, tentang Tatacara Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa.

Di Pasal 62 ayat (5) mengatakan; Panelitian Pengawas berwenang untuk membatalkan hasil seleksi administrasi yang telah dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa, apabila dalam pelaksanaannya terbukti bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Ia mengatakan, tahapan-tahapan itu sudah dilaksanakan oleh panitia tingkat desa dan berkas sudah diverifikasi oleh panitia tingkat desa. Kemudian Panitia tingkat desa mengumpulkan berkas ke  kecamatan untuk diteliti lagi oleh tim Panitia Panwas Kecamatan.

“Ternyata di Desa Blimbing ini ada 2 calon yang tidak memenuhi persyaratan yaitu; Siti Komsah dan Sholikhul Muklisin," katanya.

Menanggapi soal jalur hukum yang dilakukan oleh salah satu bacalon yang tidak lolos, ia menegaskan, mereka juga memiliki hak, siapapun tidak bisa menghalang-halangi. Panwaspun  juga punya hak dan tangungjawab selaku tim Panitia Panwas Kecamatan.   

“Pinsip berkas itu sudah diteliti dari panitia desa karena kewenangan itu di panitia desa. Setelah dilanjutkan ke Kecamatan Panwas punya hak untuk meneliti dan membatalkan sesui dengan Perbub,” tengasnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, proses verikasi berkas Bacalon Kades oleh tim verifikator kecamatan Rabu (18/9/2019) di Balai desa setempat. Dari hasil pemeriksaan kelengkapan berkas masing-masing Bacalon yakni; Sholikhul Muklisin, Siti Komsah,Warjuki dan Juwariyah.

Saat itu, berkas milik Bacalon Warjuki saja yang dinyatakan lengkap. Sementara Bacalon lainnya dinyatakan kurang. Panitia memberi kesempatan masing-masing bacalon supaya melengkapi berkas sampai dengan tanggal 30 September 2019 kemarin.

Hasil verikasi tim Panitia Panwas Kecamatan menetapkan Warjuki dan Juwariyah dinyatakan lolos. Selanjutnya panitia Pilkades menetapkan sebagai calon kades yang akan berkompetisi diajang Pilkades serentak yang akan digelar 6 November 2019 mendatang.

Penetapan dan pengambilan nomor urut disaksikan 50 orang peserta dari berbagai unsur yakni; Tim Panitia Panwas Kecamatan, Panitia Pilkades, Pj. Kades, BPD, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dan Pemuda Karang Taruna.(Sutrisno/Rbg).
Berita Terkait
Berita Lainnya