Ratusan Supir Truk Tambang Pasir Demo Di Polres Banyuwangi
Selasa, 25 Januari 2022 | Dilihat: 599 Kali
Demo Supir Truk Banyuwangi (foto istimewa)
Pelapor : Ajipati Gunawan
BANYUWANGI –Tabloidskandal.com ll Ratusan supir truk di Banyuwangi, Jawa Timur, mempertanyakan komitmen Polri dalam menindak anggota di lapangan. Massa menduga ada praktik pungutan liar sekaligus melindungi tambang pasir illegal yang dilakukan oknum polisi di Banyuwangi.
Massa menggelar aksinya di halaman Markas Kepolisian Resor (Polres) Banyuwangi. Mereka membentangkan puluhan spanduk dan mendesak Kapolres agar menindak oknum polisi berinisial Ipda Nms.
"Kami para sopir menuntut Polresta Banyuwangi untuk memecat Nms," ujar Gus Ridwan, koordinator aksi massa supir, Senin (24/1/22).
Diceritakan Gus Ridwan, bahwa oknum polisi tersebut selama ini melindungi tambang pasir galian C ilegal. Akibat ulahnya itu, sopir truk menjadi korban. Padahal selama ini mereka berkomitmen mendukung upaya Pemerintah Banyuwangi.
Seperti diketahui, para sopir truk pasir yang tergabung dalam Pilot Project Indonesia, organisasi Persatuan Dump Truk Banyuwangi (Perdumwangi), mendesak pemerintah Banyuwangi agar tambang galian C agar ditata serta diarahkan untuk kemaslahatan Banyuwangi.
"Kita tidak berharap tambang-tambang itu ditutup. Namun kami menuntut supaya ditata. Akan tetapi, faktanya justru tambang pasir skala kecil ditindas oleh pemilk tambang besar yang dibantu oknum aparat,” papar Gus Ridwan.
Menurut dia, para pemilik tambang kecil sudah berkali-kali mengadu atas perlakuan kurang adil yang dilakukan pemilik tambang besar dan oknum aparat, tapi sejauh ini laporan tersebut taka da tindaklanjutnya.
"Kapolri Jenderal Sigit sudah sangat tegas menyatakan komitmennya untuk memperbaiki kinerja Polri, namun tindakan anggota di lapangan sangat mencoreng nama baik Polri. Apakah ini akan terus dibiarkan?" ungkap Gus Ridwan.
Dia mengingatkan, bahwa Kapolri berkomitmen untuk menjadikan Polri kearah Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (PRESISI) yang menjadi semboyan Kepolisian.
"Pak Kapolri, apa yang terjadi di Banyuwangi bisa merusak marwah dan nama baik Kepolisian. Mohon kiranya ditindak tegas dugaan adanya anggota kepolisian yang bermain di tempat kami," kata Gus Ridwan penuh harap.
Di bagian lain massa juga menuntut pihak Kepolisian agar menangani dugaan penyelundupan sapi dari Bali yang tidak melalui karantina terlebih dahulu di Banyuwangi.
Seperti diketahui, Kapolri pernah mengancam akan menindak tegas anggotanya bila melakukan pelanggaran. Bahkan juga dinyatakan tidak segan-segan memecat polisi jika terbukti mencoreng nama institusi Polri. Sebagai bentuk sanksi tegas untuk melakukan perubahan di tubuh Polri.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru-baru ini mengingatkan para personel untuk menghindari pelanggaran aturan dalam setiap melaksanakan tugas di tengah masyarakat.
"Rekomendasinya, saya pastikan untuk dipecat atau di PTDH (Pemberhemtian Tidak Dengan Hormat). Saya kira ini jadi peringatan untuk komitmen bagi kita," tegas Kapolri Listyo Sigit dalam rilis di akhir tahun 2021.