,
06 September 2019 | dibaca: 333 Kali
Ratusan Kios Pasar Desa Sluke Ludes Terbakar
noeh21
Tim DAMKAR dan BPBD Pemkab Rembang Berjibaku Memandamkan Api diĺokasi kebakaran.

Skandal, Rembang

Meski hanya pasar desa, namun ratusan pedagang mengais rezeki di tempat ini. Dini hari Jum’at (6/9) sekitar pukul 1.30 WIB, sijago merah melahap ludes ratusan kios milik pedagang pasar Desa Sluke Kabupaten Rembang. 

Beberapa saksi mata di lokasi kejadian mengatakan,  api berasal dari deretan kios belakang merambah ke tengah dan melebar ke arah kiri dan kanan. 



Pemilik kios berusaha mengais sisa-sisa barang dagangan pasca kebakaran.


Api bergerak dengan cepat, sejumlah pedagangpun tampak berusaha keras menyelamatkan dagangan mereka. Namun karena besarnya api sebagian besar barang-barang dagangan tak mampu mereka selamatkan. 

Upaya menjinakkan api kali pertama dilakukan oleh tim pemadam kebakaran PLTU Sluke kemudian dilanjutkan tim DAMKAR Pemkab Rembang. 

Setelah berjuang sekitar 3 jam api akhirnya berhasil dijinakkan pukul 07.00 WIB.

“Setelah mendapatkan informasi dari warga tim DAMKAR langsung meluncur ke lokasi dan kondisi api saat itu masih besar,” Kata Sarpani salah satu staf Petugas Pemadam Kebakaran Rembang.  

Sarpani mengatakan DAMKAR mensupplay 3 tangki air dan ditambah bantuan dari BPBD 2 tangki dan dari PLTU. Kesulitan dalam menjinakkan api banyaknya material barang-barang dagangan yang mudah terbakar. 

Salah satu korban kebakaran pasar Joko Susilo mengatakan sumber api kali pertama berasal dari kios yang berada dideretan belakang, kemudian menyebar ke tengah dan arah samping kiri dan samping kanan api bergerak dengan cepat 

“Dugaan sementara kebakaran ini kemungkinan akibat konsleting listrik, mengingat beberapa jaringan kabel kios yang tak beraturan dan tidak memenuhi standar sehingga kurang aman, “ kata Joko ditemui media Skandal.Com, disela-sela kesibukannya mengais sisa-sisa kebakaran di kios miliknya.

Ia berharap secepatnya Pemdes Desa Sluke menyiapkan tempat untuk merelokasi pedagang. Supaya perekonomian pedagang maupun masyarakat tidak lumpuh.

“Kepada Pemkab Rembang kami berharap pasar segera dibangun. Soal pengaturannya akan seperti apa pedagang menyerahkan kepada pihak desa,”. harapnya.



Aparat Polisi dan TNI memasang Police Line untuk mengamankan lokasi paska kebakaran Pasar Desa Sluke.


Nasip tragis dialami Gulam Mubarok salah satu pedagang sembako. Kebakaran kali ini menghanguskan 8 kios miliknya yang ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp. 360 juta.

“Saya pasrah atas ujian ini, mudah-mudahan ada khikmahnya,”.   

Kades Sluke, Tulus mengatakan, saat ada 140 pedagang berasal dari Sluke sendiri maupun dari luar  yang berdagang di Pasar Desa Sluke. Berdasarkan identifikasi awal yang terbakar sekitar 130 kios. 

Tulus memastikan semua pedagang akan direlokasi di sebelah barat Kantor KUA Sluke. 

“Ke depan pasar desa  akan dibangun tetapi kami akan melakukan musyawarah dulu dengan semua pedagang pasar supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang dulu-dulu,” katanya.

Disinggung soal dana 6 milyar dana hibah bantuan Pemkab Rembang hingga kini pihaknya belum bisa memutuskan jika harus menghibahkan tanah desa ke pemkab. Namun apabila sering pengelolaannya pihak siap.

Camat Sluke Haryadi mengatakan, pasca terjadinya kebakaran Forkomopincam Kecamatan Sluke melakukan rapat koordinasi supaya jalannya perekonomian tetap berjalan dan tidak ada yang dirugikan baik pedagang maupun masyarakat. 

Terkait dengan itu juga karena posisi Pasar Desa Sluke ada di tepi jalan pastinya akan mengganngu arus lalu lintas.

“Salah satu hasilnya untuk sementara bagi pedagang yang kiosnya selamat masih diperbolehkan untuk berjualan. Namun setelah tempat relokasi selesai maka semua pedagang harus pindah,” tandasnya. 

Terpisah Kasi Kedarutan BPBD Kab. Rembang Pramojo meminta agar pada musim kemarau ini masyarakat waspada karena banyak material yang mudah terbakar. Lebih-lebih persedian air semakin berkurang akibat kemarau yang berkepanjangan.

“Begitu mendapatkan laporan dari masyarakat kami meresponnya langsung ke lokasi. Untuk mencukupi kebutuhan air sebagai bentuk tanggab bencana kami menyediakan kapasitas 15-20 tangki  berkapatasitas 5000 liter air pertengkinya,” (Sutrisno/Rbg).
Berita Terkait
Berita Lainnya