,
14 Maret 2019 | dibaca: 468 Kali
Rahakbauw Minta agar Bupati Malra Evaluasi Kinerja 11 Camat 
noeh21
Malra, Skandal

Ketua PWOI Maluku Buce Rahakbauw menilai 11 Kecamatan di Kabupaten Malra perlu dievaluasi oleh Bupati dan Wakil Bupat Malra.

"Dilihat dalam prosesi pelantikan serta penyerahan SK kepala Ohoi banyak teejadi masalah," ujar Buce.

Akibatnya, menurut dia, banyak aktifitas di desa desa pada macet. Bahkan terjadi pembakaran rumah.

Rahakbauw juga meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati bila seperti ini masih bersifat sasi terus, seharusnya Camat  dicopot dari jabatan agar tidak merusak citra Pemda 
Malra, khususnya Bupati dan Wakil Bupati sebagai orang nomer satu dan nomer dua. 

"Adapun  terkait dengan para raja  yang ada di Maluku Tenggara jangan terbawa dengan politik alias politikus yang memberi rekomendasi kepada para kandidat desa tersebut," tuturnya.

Dia berharap  jangan sampai cacat hukum, tapi harus kordinasi dengan Dewan Ohoi, dalam hal ini BSO, para tokoh adat agar mendapat rekomendasi itu.

"Jangan tersentuh oleh siapapun. Biar semua berjalan aman dan lancar,karena saya melihat pengusulan masuk untuk calon kepala desa,tapi nyatanya orang lain yang di lantik," ungkapnya.

Akibatnya, Bupati selaku orang nomer satu Malra terbawa bawa seperti layang layang, yang membuat kinerja Bupati kurang baik. 

Ke depan,  Rahakbauw berharap agar jangan lagi ada dusta di antara kita. (MI)
Berita Terkait
Berita Lainnya