,
20 Oktober 2018 | dibaca: 443 Kali
Proyek Tanpa Papan Nama Dinilai Belum Maksimal
noeh21
Aktivitas Proyek Tambatan Perahu di Dukuh Pendhok Desa Manggar Rembang

Rembang, Skandal

Proyek tambatan perahu Dukuh Pendhok Desa Manggar- Rembang di nilai nelayan belum maksimal. Pasalnya proyek yang menelan dana ratusan juta rupiah itu kapasitasnya belum mampu menampung sejumlah perahu milik nelayan. 

Proyek sepanjang 52 meter lebar atas 6 meter dan lebar bawah 12-14 meter, dimulai pembangunannya sejak  2/10/18 lalu, dijadwalkan akan rampung pembangunannya 2 bulan mendatang.


Lokasi tambatan yang dibutuhkan nelayan saat musim barat.


Ironisnya, di lokasi proyek tidak ditemukan Papan Nama Proyek. Padahal pembangunan  proyek saat ini  mencapai 90 persen.

Kepala Desa Manggar Mahmud menjelaskan, biaya pembangunan proyek bersumber dari Dana Desa (DD) senilai Rp. 601 juta atau kurang lebih 75 persen pagu anggaran DD 2018 senilai Rp. 991. 326 juta.

Ia mengaku pembangunan tambatan perahu melalui proses Musyawarah Desa (Musdes) yang dihadiri nelayan dan masyarakat. Karena warga nelayan sangat membutuhkan akhirnya hasil musdes menyetujui.

“Keberadaan tambatan perahu ini sangat dibutuhkan nelayan di sini.  Apalagi jika musim barat ombak disertai angin kencang sangat membahayakan bahkan perahu sering tenggelam,” akunya.

Berdasarkan pengakuan salah satu nelayan setempat Sukri, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, tercatat 15 perahu nelayan karam akibat disapu ombak. 

Sukri yang juga Ketua Penguyuban Nelayan “Singa Laut” mengatakan, saat ini terdapat  100 perahu nelayan dimana masing-masing perahu itu mampu menampung 3-4 orang nelayan. 

“ Jadi ada 300-400 nelayan kalau musim barat kami susah. Untuk menyelamatkan perahu kami pun mencari tempat berlindung yang aman,” kata Sukri ditemui di rumahnya Jumat, (19/10) siang.

Dia menambahkan adanya proyek tambatan perahu itu memang dibutuhkan nelayan, namun belum maksimal jika kapsitasnya belum mampu menampung sejumlah perahu, sehingga sedikit banyak akan menimbulkan permasalahan maka harus ada penambahan.

“ Harapan kami ada penambahan panjang tambatan perahu dari yang  sudah ada. Idealnya sepanjang 75 meter sehingga akan cukup menampung perahu milik nelayan disini. (Sutrisno/Rbg).
Berita Terkait
Berita Lainnya