Tutup Menu

Pelatihan TeknisTim Percepatan Penurunan STUNTING

Kamis, 25 Juli 2024 | Dilihat: 460 Kali
    
Tabloidskandal.com - Amuntai || Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dr. Hj. Lily Inderiani, MM memberikan sambutan sekaligus membuka acara Pelatihan Teknis Tim Percepatan Penurunan Stunting yang bertempat di aula kantor PPKB, Kamis (24/7/2024).
 
Kegiatan ini dihadiri oleh semua Camat, Ketua Tim Penggerak PKK, dan semua Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Hulu Sungai Utara. 
Pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan terhadap 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, yang sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan secara daring pada tanggal 15 Juli 2024 lalu, kemudian dilanjutkan dengan luring di kabupaten masing-masing sesuai jadwal yang ditentukan.
 
Tujuan pelatihan ini adalah untuk pengembangan kompetensi bagi pengelola dan pelaksana TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) kecamatan dengan meningkatkan pengetahuan, wawasan program bangsa kencana dan upaya percepatan stunting, serta tindak lanjut dari Pelatihan Training Of Trainer Fasilitator pelatihan yang dilakukan oleh Fasilitator KKB BKKBN RI sejak tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 2024 di UPT Ambrawa, Jawa Tengah.
 
Setelah mengikuti pelatihan TPPS kecamatan tingkat kabupaten/kota se-provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024 ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan yaitu :
1. Memiliki wawasan tentang kebijakan dan mekanisme pelaksanaan strategi percepatan penurunan stunting.
2. Memiliki keteramilan penguatan peran TPPS kecamatan dan TPPS desa/kelurahan.
3. Memiliki keterampilan tentang implementasi konvergensi dalam percepatan penurunan stunting.
4. Memiliki keterampilan pemanfaatan data keluarga risiko stunting (KRS) dalam percepatan penurunan stunting.
5. Memiliki keterampilan mempraktekkan pemanfaatan data pemutahiran, verifikasi, dan validasi keluarga beresiko stunting (VerVal KRS).
6. Memiliki keterampilan mempraktekkan dinamika kelompok.
7. Memiliki keterampilan membuat rencana tindak lanjut.
 
Dengan adanya pelatihan ini juga untuk memastikan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing dalam upaya penurunan prevalensi stunting di provinsi Kalimantan Selatan menjadi 14% di tahun 2024. 
(dhani)

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com