,
06 Februari 2020 | dibaca: 200 Kali
Pedagang Dan Koperasi Antusias Sambut Kehadiran (Plt )Kepala Dinas PPKUKM DKI
noeh21


Jakarta, Skandal

Penetapan Ir.Elisabeth Ratu Rante Allo. MM, sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, memberikan harapan baru bagi masyarakat kecil, khususnya pedagang dan pelaku usaha mikro serta perkoperasian Di Jakarta. 

SK tersebut ditandatangani Anies Baswedan melalui SPT No. 63/-082.74 Tanggal 30 Januari 2020 lalu  dan Sekda DKI Saefullah.

Hasil penelusuran Tabloidskandal.com di beberapa lokasi binaan (Lokbin) pedagang dan lokasi sementara (loosen) Pedagang kaki lima, mayoritas menyambut kehadiran Elizabeth Ratu dengan antusias. 

"Semoga kehadiran Ibu Ratu merupakan angin segar bagi perbaikan nasib Pedagang Dan Koperasi" ujar Ketua Koperasi Lokbin Cilitan ,Togap kepada media ini. 

"Selama ini Koperasi dimatikan aktivitasnya Oleh Kadis Lama mudah mudahan Ibu Ratu berkenan memajukan Koperasi kembali, pintanya. 

Sementara itu secara terpisah beberapa Pedagang di Loksem Jalan Menteng Kecil Jakarta Pusat berharap agar dapat diturunkan restribusinya. 

"Selama ini kami dikenakan Rp. 25.000 perhari Perkios,mohon dapat di turunkan" Pinta pedagang yang enggan menyebutkan namanya. 

Lain di Cililitan lain di Menteng. Justru di lokasi binaan pedagang (Lokbin) Makasar Jakarta Timur, menurut  sumber ,kerap terjadi kekisruan dalam pengelolaan Lokbin antara Koperasi, Sudin dan stakeholder setempat.

"Di sini uang parkir berebut, uang tempelan berebut, uang sampah juga berebut, antara Sudin dengan Koperasi Pedagang juga dengan masyarakat disini" ujarnya prihatin 

Sumber berharap, adanya  adanya  Elisabeth Ratu, lebih terbuka mendengar  aspirasi. "Jangan hanya laporan anak buah saja, mereka tidak ada yang benar," tambahnya lagi.

Pekerjaan rumah Kepala Dinas(Plt) PPKUKM DKI Jakarta, Elizabeth Ratu Ternyata tidak Sedikit, dalam membenahi jajarannya, mulai masalah Koperasi, Pungli, Parkir kendaraan sampai pengelolaan sampah.(Sutrisno)
Berita Terkait
Berita Lainnya