,
10 Mei 2020 | dibaca: 530 Kali
Pademi Covid 19 , Petani dan Buruh Tetap Jadi Perhatian Dan Pertimbangan .
noeh21

Musi Rawas, Skandal

Akibat pandemi bencana non alam Corona Virus Desease ( Covid 19 ) membuat banyak pemangkasan anggaran yang di lakukan oleh Pemerintah Daerah ( Pemda ) dan Legislatif Kabupaten Musi Rawas ( Mura ) Provinsi Sumatera Selatan ( Sum-Sel ) .

Akibatnya semua sektor industri pertanian terdampak pademi Covid 19 , baik dalam bercocok tanam maupun mau berpergian keluar rumah untuk melaksanakan kegiatan sehari - hari .

Sebab sejak keluarnya surat edaran Kapolri dan Gubernur maupun Bupati  masyarakat tidak diperbolehkan keluar rumah , maka membuat para petani yang ada di Kabupaten Mura juga ikut serta terdampak pademi Covid 19 .

Menangapi hal ini Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mura melalui Sekretarisnya Tohirin ( 7/5 ) membenarkan kalau di saat kondisi pademi Covid 19 ini masih berlangsung ,  para petani juga ikut terdampak bencana non alam ini .

"Karena sejak adanya surat edaran tersebut kami khususnya Dinas Pertanian tidak melarang bagi para petani ingin keluar rumah , guna melaksanakan aktivitasnya sehari - hari dalam sektor pertanian," ujarnya.

Sebab bila  para petani tetap  di rumah , sehingga tidak ada lagi yang bisa mengarap persawahan mereka .

" Untuk itulah kami Dinas Pertanian terus berupaya memaksimalkan potensi kinerja dalam leding sektor pertanian , walaupun dengan keterbatasan anggaran , " kata Tohirin .

Lanjutnya lagi, walaupun pademi wabah bencana non alam ini terus berlangsung dan berpengaruh bagi para petani yang ada di Kabupaten Mura , akan tetapi para petani tetap melakukan panen raya sehingga untuk sekarang beras persedian  tidak kurang karena Kabupaten Mura surplus beras sejak tahun 1982 lalu .

Sedangkan ketersediaan sarana produksi pertanian sangat berkaitan dengan jenis pangan dan harga sekarang ini , namun saya menghimbau bagi para petani tetap bekerja .
Walaupun adanya kebijakan pemerintah pusat untuk stimulus bagi petani , tetapi peningkatan ekonomi untuk para petani juga harus di pertimbangkan lagi anggarannya .

" Soalnya panen raya yang dilakukan para petani pangan di Mura ini , guna untuk disiapkan supaya mencukupi kebutuhan pangan pokok beras selama masa pandemi COVID19 tapi para petani sendiri tidak kita perhatikan," ujar Tohirin. (***)
Berita Terkait
Berita Lainnya