Tutup Menu

Obrak-Abrik Sesajen Gunung Semeru, Diburu Polisi

Senin, 10 Januari 2022 | Dilihat: 600 Kali
Foto ilustrasi Sesajen dan Lelaki Diburu Polisi (foto istimewa)
    
Penulis : H. Sinano Esha
Sumber: CNNIndonesia/Fajar.co.id

Jakarta –Tabloidskandal.com ll Kepolisian Resort (Polres) Lumajang, Jawa Timur, tengah memburu seorang pria yang aksinya mengobrak-abrik sesajen di kawasan Gunung Semeru jadi viral di media sosial. Targetnya menangkap dan menjebloskan ke dalam penjara karena dianggap memecah kerukunan beragama.

Kapolres Lumajang AKBP Yekti Hananto membenarkan pihaknya tengah menyelidiki sosok lelaki yang viral dengan aksi menghancurkan sesajen di wilayahnya.

“Ya, kami masih mencari orang yang melakukan itu. Mohon doa agar segera ketemu,” katanya seperti dikutip CNNIndonesia, Senin (10/1/2022).

Sementara itu,  Alissa Wahid, putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), meyangkan aksi menghancurkan sesajen itu. Menurut dia, jangan memaksakan keyakinan kepada orang lain, untuk membenarkan keyakinan pihak pemaksa. Itu tidak boleh, dan sangat tidak dibenarkan di dalam kehidupan di negeri ini.

Alissa merasa kesal ketika melihat rekaman video seorang lelaki berjanggut tanggung, memakai penutup kepala hitam, mengenakan gamis dengan rompi hitam, tengah mengobrak-abrik sesajen berisi makanan dan minuman ringan yang diletakan warga setempat di sekitar kawasan Gunung Semeru.

Diperkirakan aksi tersebut dilakukan di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Lokasinya ada di dua titik, yakni pura dan sungai yang mengalir di kawasan Gunung Semeru.

Koordinator Jaringan Gusdurian ini merasa heran atas sikap lelaki pemakai atibut yang menunjukan orang beragama, tapi sikapnya malah tak menghargai keyakinan orang lain.

“Repot memang kalau ketemu yang model begini. Susah banget memahami bahwa dunia ini bukan milik kelompoknya. Meyakini bahwa sesajen itu tidak boleh, ya monggo saja. Tapi memaksakan itu kepada keyakinanya, itu yang tidak boleh,” tulis Alissa pada akun Twitternya.

Rekaman video yang memperlihatkan aksi si janggut bergamis tengah mengacak-acak sesajen yang diunggah oleh akun Twitter @setiawan3833, Minggu (9/1/2022), sepertinya tidak hanya bikin kesal putri Gus Dur itu saja, melainkan juga pengamat politik dan pegiat media sosial, Yunarto Wijaya, turut menyampaikan protesnya.

Melalui akun Twitter Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia menyindir kalau lelaki itu merasa jadi penguasa surge. “Merasa jadi penguasa surge dan neraka. Kebayang arogannya kalau merasa dah jadi penguasa negara,”cuit Yunarto pada Twitternya, (Seni 10/1/2022).

Tayangan rekaman video yang diunggah akun Twitter @setiawan3833 memperlihatkan seorang lelaki mengenakan gamis dengan rompi hitam dan berjanggut tanggung nampak menghancurkan sesajen dengan  tendangan kakinya.

“Ini yang membuat murka Allah, jarang sekali disadari bahwa inilah yang mengundang murkan Allah hingga menurunkan azabnya,” maki lelaki itu dalam rekaman video, disusul dengan takbir, sebagaimana dikutip akun Twitter @setiawan3833.

Sanksi Hukum
Beberapa warga setempat menyatakan, tindakan itu merupakan kesombongan. Tidak memperlihatkan orang beragama. Menurut mereka, sesajen itu itu merupakan kearipan lokal, dan budaya leluhur yang mesti dihormati.

“Perlu diingat, Gunung Semeru konon banyak dihuni mahluk halus, kita lihat dan tunggu kabarnya saja apakah orang itu selamat setelah memperlihatkan kesombongannya. Saya nggak tau sanksi apa yang bakal diberikan mahluk halus kepada lelaki itu. Tapi saya meyakini akan ada ‘pembalasan’ atas perbuatan itu,” kata satu warga bernama Paiman.

Di bagian lain, dia mengingatkan bahwa sesajen itu masih dipegang teguh oleh masyarakat kawasan Gunung Semeru. Tradisi warisan turun temurun yang sudah ribuan tahun. Merusak sesajen, berarti melukai perasaan dan merusak tradisi.

“Sikap itupun dapat dikatakan merusak kerukunan umat beragama. Harus dikenakan sanksi hukum yang setimpal,” tegas Waluyo, warga Gunung Semeru.

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com