Tabloidskandal.com - Jakarta || Latar belakang diterbitkannya National Anti-Narcotics Movement Book, atau buku Gerakan Nasional Berantas Narkoba (GNBN) adalah untuk menyikapi dan menangkap program Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi, narkoba, dan judi online di Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan Dr Mudji Sabar MBA, CMA, salah seorang anggota Tim penyusun, di Tavia Hotel, Jakarta, Senin 23/6/25
Berdasarkan program ini, ujar dia, Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI) mengambil inisiatif membentuk tim penerbitan buku GNBN dan bekerja sama dengan Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) sebagai mitra.

Ahmad Sofian dan H Dedi Rosadi anggota tim penerbit buku GNBN
Buku ini ditujukan sebagai literasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahaya narkoba bagi generasi penerus bangsa. Buku ini dipersembahkan untuk semua kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa, institusi pemerintahan, TNI, Polri, swasta, dan masyarakat umum.
Menurut Mudji Sabar yang merupakan Sekretaris Yayasan pendidikan milik Ginanjar Kartasasmita, Buku ini telah mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang mendukung penuh buku ini sebagai referensi dalam upaya pencegahan, rehabilitasi, dan penegakan hukum terkait narkoba. "Dukungan dari institusi terkait sangat penting untuk legitimasi pendistribusian buku ini di masyarakat", tambahnya
Kami menyambut baik pidato tegas Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN), Komjen Pol Marthinus Hukom, yang menyatakan perang terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta menjanjikan hukuman berat bagi mereka yang terlibat.
Untuk kesempurnaan buku ini, pihaknya berharap sambutan tertulis dari Kepala BNN RI segera diterima sehingga proses pencetakan dapat segera dilakukan.
Tokoh masyarakat Johar Baru ini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembuatan buku ini.
Sebagai mana diketahui Kepala BNN RI Marthinus Hukom telah menyatakan pentingnya komunikasi dalam aspek pencegahan narkoba dan menekankan bahwa pencegahan bukanlah alternatif, melainkan keharusan dalam menangani kejahatan narkotika.
Sementara Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kepada semua pihak untuk bersama-sama memerangi narkoba di Indonesia
Menurut rencana rillis buku GNBN dilaksanakan diahir kegiatan HANI (Hari Anti Narkotika Internasional) yang diselenggarakan LCW
(Tim Red)