Musi Rawas, Skandal
Di tengah mewabahnya Covid-19,walaupun berpengaruh dampak pendemi Corana COVID19 petani seluruh yang ada sawah di Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan,tetap melakukan panen raya sehingga untuk sekarang beras persediaannya tidak kurang karena Musi Rawas surplus beras sejak tahun 1982.
Dari luasan produktivitas lahan pertanian yang ada di Musi Rawas yang sudah dicapai"kita berharap para petani untuk tetap bekerja di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Produktivitas petani sangat berpengaruh terhadap ketersediaan bahan pangan dan keterjangkauan harga.
Tohirin menambahkan, ketersediaan sarana produksi pertanian sangat berkaitan dengan jenis pangan dan harga pangan akan terjangkau.
Kita meminta petani tetap bekerja, dan kebijakan pemerintah pusat Untuk stimulus bagi petani. "Merupakan motivasi ekonomi untuk petani harus di pertajam lagi," ujarnya Tohirin.
Panen raya yang dilakukan para pahlawan pangan di Mura ini disiapkan untuk mencukupi kebutuhan pangan pokok, beras selama masa pandemi COVID19.
"Bahkan tambah Tohirin Berdasarkan perhitungan empiris, ketersediaan beras di Kabupaten Mura mampu surplus ini tambah dia, menandakan kesiapan dan stok pangan daerah kian terjamin selama pandemi virus corona COVID19, bahkan aman selama puasa dan pasca Lebaran.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk ketersediaan pangan,” karena Musi Rawas merupakan Sentra Pertanian , saat ini sedang musim panen. Baik padi sawah maupun padi ladang Gogo ( padi darat) dan juga panennya tidak serempak.
"Hasil panen padi sawah dan padi darat cukup melimpah. Jika untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Musirawas bisa mencukupi untuk empat tahun", terang Tohirin, Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musirawas, (06/4/2020)kepada skandal diruang kerjanya, karena masih terkonsentrasi ke permasalahan virus Corona COVID19 dan kita berdoa kepada Allah semoga pendemi COVID19 cepat berlalu(ed).