,
20 Juli 2020 | dibaca: 318 Kali
MKGR NTB: Kader Dan Pengurus Golkar Tak Loyal Di Pecat
noeh21


Mataram Skandal

Pelaksanaan rencana Musda Golkar 2020 sudah diambang pintu, para kandidat calon Ketua DPW Golkar NTB, H. Suhaili, dan Tgh. Ahyar Abduh mulai kencangkan ikat pinggang dan singsingkan lengan baju. Masing masing kandidat telah mempersiapkan diri dalam pertarungan tersebut.



Ketua MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong)NTB, H. Lalu Winengan, SP., MM., meminta kepada Ketua Golkar terpilih dalam Musda Partai Golkar Rabu mendatang  agar pengurus maupun Kader Partai Golkar yang terindikasi tidak Loyal terhadap pimpinan untuk dipecat. 

Selaku Ketua MKGR NTB  Winengan pastikan bahwa Suhaili akan tetap sebagai Calon Ketua DPW Golkar NTB terpilih untuk periode mendatang.

“Kalau Suhaili terpilih dalam Musda hari rabu mendatang sebagai ketua DPW Partai Golkar NTB Saya minta kepada Ketua terpilih agar memberhentikan atau dipecat saja pengurus maupun Kader Golkar yang terindikasi tidak loyal. Kader dan pengurus yang pernah melecehkan atau menghina Suhaili tidak perlu lagi menjadi pengurus. Data dan identitasnya sudah Saya kantongi. Mereka mulai merapat setelah Suhaili bertemu dengan Air Langga", tegasnya, Minggu petang 19 Juli 2020)

Terkait statmen H. Misbah Mulyadi yang memberikan sinyal hijau untuk Ahyar Abduh, Winengan mengatakan bahwa Misbah syah syah saja berkomentar.

“Pak Misbah boleh boleh saja berkomentar seperti itu karena beliau mungkin pendukung ustad Ahyar Abduh dan itu syah syah saja. Selain itu pak Ahyar juga didukung oleh Sekjen DPP, Wakil Ketum DPP Golkar. Cuma Suhaili juga didukung oleh DPP dan DPD Golkar se-NTB  dan itu keuntungan mutlak untuk Suhaili”, jelasnya.

Menurutnya untuk menjadi syarat calon Ketua Partai Golkar Tingkat I, maupun tingkat II harus didukung oleh minimal 30% dari suara yang memilih. NTB suaranya berjumlah 15 dengan rincian 10 suara DPD II,  satu DPP, satu DPD I, satu Lembaga pendiri, satu lembaga yang didirikan,  dan satu lembaga yang bernaung dibawah partai Golkar. Jika 30% dari 15 suara  berarti 5 plus plus. Ketika 5 plus plus maka setiap calon  Ketum Partai Golkar harus didukung oleh 5 hak suara dan dalam bentuk tertulis. Itulah yang diajukan besok dalam Musda Partai Golkar NTB.

Dikatakannya juga bahwa kerap kali suara pendiri itu kesulitan mencapai korum. 
“ 5 suara pendiri itu untuk mencapai korum itu agak susah karena terdiri dari 1 suara MKGR, 2 suara KOSGORO, dan 3 suara SOKSI. Sedangkan ketua SOKSI itu adalah pak Suhaili”, jelasnya.

Lebih jauh dipaparkannya bahwa pak Ahyar Abduh juga berpeluang meraih kemenangan sebagai Ketua DPD I Golkar NTB. 

“Ahyaar Abduh juga berpeluang sebagai ketua DPD I Golkar NTB, tetapi beliau harus bisa mendapatkan surat dukungan dari DPD II. Saya rasa H. Mohan Roliskana ketua DPD II Golkar Mataram sampai detik ini kan belum menmgeluarkan surat rekomendasi kepada kedua kandidat. Beliau juga tentu punya penilaian dan analisa siapa yang terbaik menjadi calon ketua DPD I Golkar NTB.  Yang mau jadi ketua itu banyak tetapi untuk mendapatkan dukungan sesuai persyaratan yang ditentukan Musda sangat sulit. Sinyal Suhaili bakal menang karena yang menemani beliau bertemu Air Langga adalah pendukung potensial”, pungkasnya. (N3G)
Berita Terkait
Berita Lainnya