Tutup Menu

Menteri LH Dorong Kampus Jadi Garda Depan Pengelolaan Sampah

Rabu, 25 Maret 2026 | Dilihat: 40 Kali
    
Tabloidskandal.com - Banjarmasin || Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq mendorong kampus, khususnya Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjadi garda terdepan pengelolaan sampah.
 
“Kampus harus jadi garda terdepan pengelolaan sampah,” kata Hanif saat silaturahmi ke ULM dan bertemu Rektor ULM, Prof Dr Ahmad Alim Bachri, di rumah jabatan rektor, Senin (23/3/2026).
 
Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan perguruan tinggi, khususnya dalam mendukung program prioritas nasional di bidang lingkungan hidup, terutama penanganan sampah.
 
Hanif menegaskan, pengelolaan sampah merupakan agenda penting nasional sesuai arahan Presiden, yang diwujudkan melalui gerakan Indonesia Asri, aman, sehat, bersih, dan indah.
 
Dalam hal ini, kampus dinilai memiliki peran vital sebagai pusat inovasi dan implementasi solusi berbasis ilmu pengetahuan.
 
“Di ULM, manifestasi pengelolaan sampah berbasis kampus ini sudah berjalan cukup lama. Berbagai riset pendukung kebijakan juga sudah dibangun oleh para dekan,” ujarnya.
 
Ia menilai berbagai inovasi yang dikembangkan ULM telah menunjukkan progres positif dan layak untuk diperluas, minimal di tingkat regional Kalsel.
 
Hanif juga optimistis kontribusi sivitas akademika akan semakin kuat dalam mendukung penyelesaian persoalan lingkungan.
 
“Saya yakin inovasi teman-teman di ULM tidak akan berhenti dan akan terus berkembang untuk membantu pembangunan nasional, termasuk di sektor lingkungan hidup,” ujarnya.
 
Dengan dukungan Rektor dan seluruh sivitas akademika, persoalan lingkungan, terutama sampah, dapat diurai lebih cepat.
 
Sementara itu, Rektor ULM, Prof Ahmad Alim Bachri menyambut baik kunjungan tersebut dan menyebut pertemuan berlangsung produktif dengan fokus pembahasan pada penanganan sampah di Kalsel, termasuk di lingkungan kampus di Banjarmasin dan Banjarbaru.
 
“Pertemuan hari ini sangat produktif dalam mendiskusikan persoalan lingkungan hidup, terutama terkait penanganan sampah di Kalsel,” kata Rektor.
 
Ia menegaskan kesiapan ULM dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui pendekatan berbasis riset dan inovasi. 
Salah satu inovasi unggulan yang kini dikembangkan adalah produk balok ekowood, hasil pengolahan sampah oleh tim Fakultas Teknik bersama LPPM ULM yang telah melalui riset selama kurang lebih empat tahun dengan dukungan pendanaan dari LPDP.
 
“Pak Menteri telah melihat langsung hasil ekowood yang merupakan inovasi dari pengolahan sampah,” ujarnya.
 
“Kami berharap temuan ini dapat segera diimplementasikan sebagai solusi konkret dalam penanggulangan sampah,” tambahnya.
 
Lebih lanjut, ULM juga akan segera meluncurkan program mahasiswa penggerak pemilah sampah sebagai langkah nyata pengelolaan sampah berbasis kampus. Program ini akan melibatkan sedikitnya 100 mahasiswa di setiap fakultas.
 
“Sesuai kesepakatan, minimal 100 mahasiswa di setiap fakultas akan dilibatkan. Ini menjadi langkah nyata kami dalam mendukung gerakan pengelolaan sampah berbasis kampus,” ungkapnya.
 
Ke depan, sinergi antara ULM, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi diharapkan semakin kuat, guna mempercepat penyelesaian persoalan sampah dan lingkungan hidup, baik di tingkat kampus maupun masyarakat luas.
(Sumber MC Kalsel)

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com