Tutup Menu

Husairi: Pengajar Penggerak Diperlukan Untuk Perubahan Zaman

Senin, 16 Mei 2022 | Dilihat: 39 Kali
Bupati Husairi, Para pengajar penggerak diharapkan mampu menjadi katalis perubahan pendidikan di daerahnya, khususnya di HSU (foto istimewa)
    
Pelapor : Irwansyah
Editor   : H. Sinano Esha

AMUNTAI –Tabloidskandal.com ll Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel), Husairi Abdi, menyatakan bahwa betapa pentingnya tenaga pengajar seperti guru maupun dosen, sebagai penggerak atas perubahan dalam persaingan dan perubahan zaman.

Hal itu disampaikan pada saat membuka acara “Festival Panen Hasil Guru Penggerak Loka Karya 7 Angkatan 3” yang dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK) IPA di Hotel Minosa Resort. Sabtu (14/5/2022)

"Para pengajar penggerak diharapkan mampu menjadi katalis perubahan pendidikan di daerahnya, khususnya di HSU, dengan menggerakkan komunitas belajar para guru di sekolah dan diwilayahnya. Yakni, menjadi pengajar praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran guna peningkatan murid di sekolah," ucapnya Husairi.

Selain itu, Husairi mengingatkan, bahwa guru penggerak sebagai salah satu program pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia agar dapat memberikan inovasi, inspiratif dan berorientasi pada tujuan dunia pendidikan yang merdeka belajar.

"Di era melek literasi digital saat ini, guru penggerak menjadi transformasi dunia digitalisasi diindonesia, menjadi pelopor revolusi mentar dan karakter sebagai seorang tauladan siswa untuk meraih mimpi dan angannya tanpa takut akan ketatnya persaingan dan kompetisi dimasa yang akan datang" ujarnya.


“Festival Panen Hasil Guru Penggerak Loka Karya 7 Angkatan 3” - Kadisdikbud Kab. HSU Jumadi (insert - foto istimewa) 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSU Jumadi yang diwakili kepala bidang pembinaan guru dan tenaga kependidikan Junaidi Gunawan menyampaikan, pada tahun 2022 sebanyak 18 peserta yang dinyatakan lulus dan mengikuti program guru penggerak.

"Yang nantinya 18 orang ini akan bersama-sama mengembangkan diri dengan refleksi, berbagi dan berkolaborasi secara mandiri dengan kematangan moral untuk berpilaku sesuai dengan kode etik, dan mampu merencanakan dan mengevaluasi pembelajaran yang melibatkan orang tua dan komunitas pendidikan," ungkapnya.

Lebih lanjut Junaidi mengharapkan kedepannya akan semakin banyak lagi para guru penggerak dalam rangka mendukung dan menunjang mutu pendidikan di HSU. (umber: Diskominf sandi/putra/aspani)

 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com