Amuntai – tabloidskandal.com
Dinas Pengandalian Penduduk dan Keluarga Berencana menggelar acara Workshop Penetapan Parameter Kependudukan Tingkat Kabupaten Hulu Sungai Utara yang bertempat di aula DPPKB.
Dalam Workshop tersebut membahas dan mencari grand designs atau rancangan besar berupa parameter atau indikator dalam pengendalian penduduk. Anisah Rasyidah selaku kepala DPPKB mengatakan perameter kependudukan salah satu acuan penting kebijakan dan dasar penyusunan pembangunan. Agar parameter tersebut perlu kerjasama diantara kita secara baik dan benar, oleh sebab itu di adakan pertemuan unsur penetapan parameter di kabupaten HSU.
Kita perlu berkerjasama dengan Ibu Kepala BPS ini mitra kerjasama yang baik dan dinas - dinas yang lain yang saling terkait karena tanpa kebersamaan, tanpa adanya data kita tidak akan mungkin terencanakan pembangunan kedepannya secara terbaik.katanya
Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa Dinas – Dinas terkait yang ada di hulu sungai utara.
Nasruddin, SE selaku Kepala Bidang Pengandalian Penduduk dalam penyampaian materinya “Dengan adanya kegiatan tersebut yaitu untuk memanfaatkan penetapan parameter kependudukan, artinya perlu menetapkan ukuran dan tugas agar semua apa yang menjadi tujuan kita untuk peningkatan bisa tercapai”.
Tujuannya untuk pengandalian penduduk dengan orang yang mempunyai anak sedikit, otomatis penduduk bisa dikendalikan. Dengan menaikan kualitas prasarana dan termasuk tenaganya, jangan sampai kalau orang yang mau pakai KB obatnya tidak ada supaya angka kelahiran yang meningkat di suatu dearah bisa di atasi.
Ada 3 hal yang menyebabkan perlunya parameter yaitu : Transisi demografi, Transisi epidemologi dan Transisi Pendidikan, Transisi Demografi akan mengarahkan pada upaya penurunan angka fertilitas ,mobilitas dan mortalitas. Sedangkan pada epidemiologi, ia mengatakan masyarakat memiliki umur panjang namun masih diwarnai dengan masalah sakit-sakitan yang serius di umur lebih dari 60 tahun sehingga menjadi beban orang lain.
Sedangkan transisi pendidikan dapat ditunjukkan pada perubahan pola pendidikan yang tidak hanya focus pada kecerdasan intelektual saja tetapi mengarah pada keterkaitan teknologi, membangun jaringan komunitas social dan memperhatikan pola perilaku kerja masyarakat.
Sukma Handayani M.Si selaku Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa di 3 kecamatan yang masih cukup tinggi kependudukan nya adalah Amuntai Selatan, Banjang, dan Haur Gading. Sementara Kecamatan lainnya dibawah 1 % rata rata penduduknya. Di beberapa kecamatan yang hasil proyeksinya lebih tinggi dibandingkan hasil real itu menandakan bahwa adanya kejadian di luar asumsi ketika melakukan proyeksi.
Pernikahan usia dini itu biasa diangkat indikator diambil dari data Susenas, data Susenas itu dikumpulkan tiap tahun untuk estimasi sampel di kabupatennya. Data susenas ini bisa melihat trend ataupun perkembangan bagaimana kondisi parameter kependudukan yang ada di kabupaten HSU.
Dengan adanya angka - angka itu kita akan dapat menentukan untuk membangun kedepannya. Supaya angka kelahiran, angka pendidikan, angka pekerjaan dan anak putus sekolah dengan adanya data data tersebut kita mudah menentukan pembangunan tersebut.ujar anisah
Kegiatan ini di harapkan agar masyarakat khususnya di kabupaten HSU lebih mementingkan untuk mempersiapkan penduduk yang berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam pengendalian penduduk.
(Diskominfo HSU-Rizki/Eddy).