,
21 September 2019 | dibaca: 201 Kali
Gaya Koboy Kabid Ketahanan Pangan KKT Ancam Pukul Wartawan Skandal dengan Gelas
noeh21


Saumlaki Skandal 

Kepala Bidang (Kabid) Dinas Ketahanan 
Pangan Kabupaten Kepulauan Tanimbar(KKT), Heri Lodarmase, mengancam  memukul  dengan gelas minum wartawan Skandal, Rolland Futwembun.

Perilaku koboy Kabid itu terjadi di ruang kerjanya saat wartawan Skandal ingin uji 
informasi yang diperoleh, tadi pagi, 21/9.

"Sekitar jam 10 00  pagi saya di kantor Dinas Pertanian bersama Saudara Irwan Rumasera Dan Hasbi Rumatiga, menunggu Kabid Ketahanan Pangan Heri Lodarmase," tutur Rolland pada redaksi di Jakarta.

Rolland mengaku, mereka datang terkait  dana bantuan dari Kementerian Pertanian KPD Kelompok Tani Arin Manesan, Desa Kilon, Kecamatan Warlabobar yang dipimpin oleh Hasbi Rumatiga.

Cuma, setelah Kabid  Ketahanan Pangan sampai di Kantor Pertanian, Heri  Lodarmase langsung mengeluarkan kata bangsat kepada mereka. Lalu Kabid Pangan Heri Lodarmase mengancam memukul   Hasbi Rumatiga. "Beruntung saya ada di tempat untuk menelerai," aku Rolland.

Setelah Itu, lanjut Rolland, Kabid Ketahanan Pangan  Heri Lodarmase, mengarahkan mereka Ke Ruang Bidang Ketahanan  Pangan. "Nah di situ, saya di berikan waktu untuk konfirmasi Kabid, terkait Dana Bantuan Petani tersebut yang telah dicairkan tahap pertama bulan Mei 2018 sebesar Rp 117.000.000 di Bank BNI Saumlaki," urai Rolland.

Dana tersebut, menurut Rolland, di jemput  Kabid Pangan Heri Lodarmase. Beberapa hari kemudian, Ketua Kelompok Tani di berikan Rp 1.500.000 sebagai biaya transportasi," tuturnya.

Saat penyuluhan Pertanian di Desa Kilon Kecamatan Wuarlabobar, Kabid menyerahkan Rp 7 Juta pada Ketua Kelompok Tani Arin Manesan dengan pesan Kabid  untuk pembiayaan pembibitan.

Namun, menurut Ketua Kelompok Arin Manesan, dana Rp 7 juta untuk pengadaan obat obatan.

"Karena ada perbedaan penjelasan Rp 7 juta itu,  saya meminta ketegasan kedua belah pihak, Ketua Kelompok Tani Ari Manesan dan Kabid Ketahanan Pangan. Di situlah  terjadi pengancaman pemukulan dengan gelas minum  kepada saya," beber  Rolland. 

Menurut Rolland, ancaman pemukulan,  penghinaan pada Ketua Kelompok Tani  Hasbi Rumatiga sudah kami laporkan ke Polres KKT guna memperoleh keadilan," tambahnya.  

Rolland menyesalkan ancaman tersebut. Apalagi terkait konfirmasi. "Saya melakukan, selain tuntutan kode etik jurnalistik, juga demi kepentingan Dinas Ketahanan Pangan agar persoalannya jelas," tandas Rolland.
 
Dia berharap Bupati KKT Petrus Fatlolon agar memperingat gaya koboy Kabid tersebut demi menjaga citra dan wibawa Pemkab KKT.

"Era sekarang adalah keterbukaan. Bukan coboy atau premanisme. Semua bisa dibicarakan," jelas Rolland kepada Redaksi Skandal di Jakarta. ( TAN 1 )
Berita Terkait
Berita Lainnya