,
26 Oktober 2019 | dibaca: 599 Kali
Empat Warga Ciptodadi Gatal-Gatal Diduga Dari Tercemar Sungai Kungku
noeh21

Skandal Musirawas 

Puskesmas Kecamatan Suka Karya menemukan 4 pasien warga Ciptodadi yang menderita gatal-gatal akibat dugaan air limbah.

Berdasar data medis, empat pasien tersebut ditenggarai terkena air limbah pencemaran Sungai Kungku yang sampai saat ini masih diteliti lab dari Palembang.

"Nah kalau sudah ada korban gatal-gatal, dan bukti dari Puskesmas, tunggu apalagi," ungkap seorang warga kesal.

Warga mengaku kecewa dengan sikap Pemkab yang lambat merespon, lantaran  masih menunggu hasil dari laboratorium 12-14 hari. "Padahal sudah ada korbannya,” ujarnya.

Dikatakan Sancik,  DPD JPKP Mura , aksi yang digelar ini murni dari masyarakat, karena berdasarkan tuntutan mereka meminta konpensasi diduga tak kunjung menemukan titik penyelesaian. 

Justru masyarakat merasa di rugikan dengan adanya upaya dugaan kriminalisasi terhadap masyarakat serta adanya terindikasi ,  ‘gomok-gomok’ ( Kerja-sama-red) antara pihak perusahaan dengan pihak DLHD.

Saat Skandal dan Sergap Buser Post ingin menanyakan hal Ini kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musirawas (DLH Jum'at 25/10) Harmerrudin mengatakan dirinya ada urusan keluarga sembari bergegas menuju Mobil Dinasnya meninggalkan
Skandal.

 Menindaklanjuti unjuk rasa warga Desa Ciptodadi beberapa waktu lalu, tim Kecamatan Suka Karya dan UPT Kesehatan Suka Karya melakukan pengecekan ke lapangan. Hasilnya menemukan warga mengidap gatal-gatal.




“Iya, tim sudah mengecek ke lapangan, hasilnya menemukan warga yang mengidap gatal-gatal, untuk informasih lebih lanjut silakan menghubungi DLH Musi Rawas, sebab air sungai sedang diteliti di laboratorium Palembang,” jelas Camat Suka Karya Wawan Setiawan kepada awak Media, Jumat (24/10/2019).

Informasi yang dihimpun, tim Kesehatan Puskesmas Ciptodadi bersama Pemerintah Kecamatan Sukakarya mengecek kondisi kesehatan masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Kungku.

Ketika Skandal Konfirmasi Sekcam (25/10) via WhatsApp kegiatan itu dipimpin langsung oleh KUPT Puskesmas Ciptodadi, Fenny Evrita, SST, M.kes bersama Pemerintah Kecamatan Suka Karya, diwakili oleh Sekretaris Camat Suka Karya M. Farouk, SE beserta staf  hari Kamis ( 24/10/2019).

Dalam kunjungannya tersebut Feni Evrita melalui handphone kepada kepada kepada Skandal , pihak Puskesmas Ciptodadi, memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat sekitar aliran sungai Kungku. 

Dalam kunjungannya dia berpesan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatannya pada kulitnya seperti yang dirasakan saat ini segera datang langsung ke Puskesmas Ciptodadi, dengan membawa kartu kesehatan atau surat keterangan lainnya dari pemerintah setempat untuk mendapatkan pelayanan gratis dari Puskesmas.

Ditambahkan Sancik tanpa mengurangi rasa hormat kepada Pemkab Musi Rawas terkhusus DLH Musi Rawas bahwa ini sudah menjadi bahan kajian dan temuan bahwa Puskesmas di wilayah Kec. Suka Karya sudah menyatakan masyarakat Ciptodadi mengidap penyakit gatal-gatal yang diduga akibat tercemarnya sungai kungku oleh PT. PHML

"Kami mendesak kepada Pemkab Musi rawas agar dapat menindaklanjuti perihal secara hukum yang berlaku," pungkasnya.

Sementara Camat Wawan Setiawan saat dikonfirmasi meminta agar Dinas Lingkungan Hidup agar secepatnya mengambil sikap. (ed)
Berita Terkait
Berita Lainnya