,
09 November 2019 | dibaca: 1211 Kali
Direktur Rumah Sakit PP Magreti Undur Diri
noeh21

Saumlaki, Skandal

Direktur Rumah Sakit PP Magreti, dr Lusiana Felenditi mengundurkan diri lantaran rumah sakit belum memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

"Ini keputusan murni pribadi. Saya merasa tidak layak, tidak  bisa  mengamankan pelayanan di rumah Sakit," ujarnya saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan, beberapa hari lalu, (7/11).

Selain soal pelayanan, menurut dia, ada beberapa  Kegiatan di rumah sakit berkurang. Bahkan jadi hilang.

"Saya menghargai dan menghormati semua tindakan yang diambil oleh Badan Pembangunan Daerah dan Badan Keuangan Daerah. Namun,  sekecil apapun pelayanan kesehatan tidak bisa  terhenti atau dibatasi," tuturnya.

Rumah Sakit PP Magreti sudah terakreditasi,Standarnya baru satu bintang,Maksudnya Rumah Sakit untuk pelayanan dasar.

 Dia menilai akreditasi itu adalah peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Terlebih anggaran untuk akreditasi itu ada, meski sekedar mendatangkan Survey, persiapan - persiapan kecil lainnya 

"Akreditasi itu berjalan dari pagi hari sejak
rumah sakit buka. Selain bersih, nyaman dan aman untuk pasien dengan staf, tidak ada infeksi dan rumah sakit harus bersih. Itu salah satu contoh kecil, rumah sakit bersih bukan hanya secara kasat mata saja, tapi juga tidak terlihat, seperti tidak ada infeksi. Itu harus di tunjang dengan bahan - bahan untuk membersihkan rumah sakit," tuturnya.

Anggaran untuk semua itu ada, Tapi tidak cukup. "Kami selalu  mengusulkan, realisasinya ada, namun cukup membahayakan. Maksudnya tidak cukup maksimal, bisanya  mengontrol infeksi," tuturnya.

Dia  berharap tidak ada kejadian lebih seperti kejadian di akhir tahun 2017,  kejadian difteri, sehingga  harus mengamankan staf  yang bersinggungan dengan hal itu.

Namun, informasi yang beredar di masyarakat pengunduran dr Lusiana  berkaitan dengan uang TKD dan Insetif para dokter. 

"Saya jelaskan bahwa rumah sakit ini bisa beroperasi ketika lolos akreditasi.
Akreditasi itu adalah mengamankan semua di rumah sakit. Akreditasi itu berarti bahwa ada sumber daya manusia kesehatan  ada di situ. Mereka harus di buat  aman, itu maksud saya," jelasnya.

Aman, agar dia terus bekerja sehingga perlu ditunjang dengan segala macam hal, baik keuangan maupun keamanan mereka sendiri ketika peralatan penunjang,obat-obatan dan sebagainya yang melindungi dan mengamankan  mereka dari Infeksi dan sebagainya.

"Saya menjabat sebagai Direktur rumah sakit PP Magreti pada bulan Juli 2016, Benar bahwa saya  secara resmi telah  mengundurkan diri sebagai direktur rumah sakit PP Magreti sesuai Surat pengunduran diri yang saya  kirim 29 Oktober, diterima 30 Oktober dan serah terima jabatan 1 November dengan Pejabat pelaksana tugas dr Edwin Tomasoa," tutur dia mengakhiri.( Tan 1 ).
Berita Terkait
Berita Lainnya