Tutup Menu

Dinansyah,S.Sos PJ Bupati Barito Kuala Memaparkan Sederet Keberhasilan Yang Berhasil Diraih Barito Kuala

Rabu, 18 Desember 2024 | Dilihat: 936 Kali
    
 
Tabloidskandal.com - Batola || Kabupaten Barito Kuala kembali mencuri perhatian menjelang Hari Jadi (Harjad) ke-65. Dalam Jumpa Pers di Aula Selidah, Rabu (18/12), Penjabat (Pj) Bupati Dinansyah, S.Sos., MM., memaparkan sederet capaian luar biasa yang berhasil diraih kabupaten ini, membuktikan bahwa Barito Kuala sedang melangkah menuju masa depan gemilang.
 
Dengan tema "Bersatu Menuju Batola Maju", acara tersebut dihadiri berbagai pihak, termasuk SKPD, Forkopimda, dan 37 media.
 
Dinansyah mengungkapkan optimisme atas laju pembangunan daerah, sembari membeberkan data-data mencengangkan yang menggambarkan perkembangan pesat Barito Kuala.
 
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Barito Kuala menjadi sorotan utama. Dari angka 67,37 di 2022, IPM melesat ke 70,67 pada 2023, masuk kategori "tinggi." Tak berhenti di situ, proyeksi 2024 menargetkan angka 72,42, membuktikan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
 
"Ini bukti nyata kerja keras semua pihak. Kita optimis bisa terus memperbaiki kualitas hidup masyarakat," ujar Dinansyah.
 
Di tengah tantangan ekonomi global, Barito Kuala justru mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,91 persen pada 2023. Angka ini diproyeksikan meningkat menjadi 5,00 persen pada 2024. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi andalan, menyumbang 26,48 persen PDRB pada 2022.
 
Baca Juga:
 
Komisi III DPRD Kalsel Dorong Optimalisasi Pajak MBLB untuk Tingkatkan PAD
 
Pendapatan per kapita masyarakat juga meningkat signifikan, dari Rp30,68 juta pada 2022, seiring stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah.
 
Kabupaten ini semakin modern dengan digitalisasi pelayanan publik, program jemput bola bagi kaum disabilitas, serta forum konsultasi publik. Hasilnya, skor indeks pelayanan publik 2023 mencapai 3,88 (predikat "B") dengan nilai Ombudsman mencapai 93,10 (zona hijau, predikat "A").
 
Program pengentasan stunting menjadi salah satu kebanggaan.
 
Prevalensi stunting berhasil ditekan dari 10,39 persen pada awal 2024 menjadi 8,81 persen di akhir tahun. Inovasi seperti pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, serta program unggulan "Semangat Baja" (Semua Masyarakat Sempat Bangun Jamban), menjadi kunci keberhasilan ini. 
 
Dinansyah menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan, inovasi pelayanan publik, dan pengentasan masalah sosial akan terus menjadi prioritas Barito Kuala. "Kita masih punya tantangan besar, tapi juga peluang untuk menciptakan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat," tutupnya.
 
Kabupaten Barito Kuala kini menjadi potret nyata sebuah daerah yang mampu melangkah maju, menghadapi tantangan, dan menciptakan harapan baru. Dengan komitmen tinggi, Batola tampaknya siap menjadi teladan bagi daerah lain di Kalimantan Selatan.

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com