,
24 Agustus 2019 | dibaca: 282 Kali
CV Saumlaki Putra dan Staf Desa Diduga Serobot Pasir Milik Warga
noeh21

Saumlaki, Skandal

Gara-gara ingin melakukan pembersihan jalan TrasTani di Sangliat Doi sepanjang 2.000, seorang staf desa bekerja sama dengan kontraktor CV Saumlaki Putra dituding melakukan penyerobotan pasir milik marga Koisine.

Padahal, alokasi pembersihan jalan itu sudah dianggarkan pada RPMJDS tahun 2019 yang harus cepat diselesaikan.




Lukas Koisane ketika ditemui di salah saru rumah warga di Desa Sifnana menyampaikan persoalan pasir yang semula dibarter, namum dengan sengaja menyerobot pasir miliknya.

Bahkan  dia mengecam akan melaporkan perbuatan yang tidak terpuji ini kepada pihak yang berwajib.

"Saya beberapa kali  menyampaikan keluhan kepada Staf Desa lewat Kaur pemerintahan dan carteker bahwa menyangkut pasir yang menjadi haknya, jika masyarakat atau kontraktor yang membutuhkan, paling kurang Perangkat Desa dapat mengkordinasi dengan pemiliknya, sehingga tidak menjadi salah pahan atau persoalan yang berdampak pada hukum," tuturnya.

Menurut dia, lahan pasir tersebut sudah pernah diambil sebelumnya untuk kegiatan proyek lain.

"Namun peringatan kami  tidak pernah dihiraukan.Ini sudah  kesekian kali," paparnya.

Saat Media ini dan beberapa media lainya mendatangi Kantor Desa untuk dikonfirmasi, namun Kantor Desa sudah ditutup, sehingga para awak media mendatangi kediaman Kaur Pemerintahan Thomas Lamere untuk di konfirmasi terkait persoalan tersebut.

Thomas Lamere mengakui hal tersebut. Menurut dia, di Desa Sangliat pengambilan pasir di lahan atau petuanan milik orang lain tidak masalah, karena telah menjadi kebiasaan dan tradisi masyarakat.

"Jadi saya pikir Pak Lukus Koisine buat  hal yang baru bagi staf maupun masyarakt yang ada di kampung ini," tuturnya.

Thomas menambahkan,   Lukas sudah menyampaikan ini kepada dirinya pejabat lain. "Kami sudah menindaklanjuti dengan membuat rapat staf. Dalam rapat tersebut kami sepakat untuk menerima masukan tersebut, dan kami akan tampung untuk pembahasan RPJMDS berikutnya sehingga dapat ditetepkan sebagai Perdes." tambahnya.

Setelah disinggung soal terjadi kerusakan lingkungan  Thomas mengaku  tidak tahu, karena  pengawasan  proyek tersebut adalah Kaur pembangunan.

 "Jadi kalau ditanya lingkungan dan berapa banyak pasir yang di muat saya tidak tahu," cetusnya.

Saat awak media  mendatangi TKP lokasi penambangan pasir  terjadi kerusakan lingkungan sekitarnya, seperti merusak tanaman Bakau dan  Abrasi Pantai. 

Pihak terkait diminta untuk segera menertibkan kontraktor yang telah merusak lingkungan .

Hingga saat ini, kontraktor tersebut belum dapat di konfirmasi oleh para awak media yang lansung ke TKP, karena belum dapat di hubungi. (MI)
Berita Terkait
Berita Lainnya