,
11 Oktober 2019 | dibaca: 399 Kali
Camat Selaru Bantah Penyalagunaan Dana Desa
noeh21


Saumlaki Skandal

Camat Selaru Z Emanratu membantah pemberitaan sebuah media terkait dugaan penyalagunaan dana pengembangan Kecamatan Selaru oleh Camat Selaru.

Bantahan tersebut disampaikan kepada awak media,  Kamis, 10/10 di kompleks Rumah makan 3 Koki jalan Ir. Soekarno Saumlaki

Kepada Skandal Emanratu menjelaskan, kegiatan pengembangan Kecamatan Selaru yang dilaksanakan sesuai hasil musyawarah kecamatan dengan menghadirkan para elit - elit ke 7 desa se Kecamatan,  dan melibatkan Para Pendamping desa. 

"Dua kali musyawarah kami lakukan di Hotel Galaxi Saumlaki dan Kantor Desa Adaut. Hasilnya sesuai  kesepakatan setiap desa wajib memotong Dana Desanya sebesar Rp 5 juta guna memfasilitasi biaya akomudasi," ungkapnya. 

Akhirnya kegiatan dapat terlakasa pada Juli tahun 2018 dengan Tema *Pemberdayaan Karakter Kepemimpinan*
Kegiatan dapat berjalan selama 3 hari  dengan menghadirkan CMN Indonesia dari Jakarta selaku Pemateri Penguatan Iman, terkhusus ke Kepala Desa 

Menurutnya,  kegiatan ini tujuannya sangat jelas secara penguatan iman demi menyadarkan para pimpinan desa, sesuai fungsi pelayanan ke masyarakat dengan baik, jujur, terukur, tepat sasaran, takut akan dosa.

"Materi - materi yang disajikan pun bernuansa Agama Kristen," ungkapnya.

Sayangnya, berita yang muncul,  pemanfaatan Dana Desa yang mencuat ke publik, terkhusus ke para Elit desa. "Kinerja mereka sangat berpengaruh terhadap Saya selaku pimpinan kecamatan," ujarnya.

Dari kegiatan ini Emanratu sering di beritakan berulang - ulang kali oleh media bersangkutan. Bahkan  dituding melakukan pungli, penipuan terhadap Sekretaris Daerah.

"Sampai berita terakhir ini belum pernah media bersangkutan konfirmasi dengan saya," akunya terus terang.

Diakuinya, dana tersebut berasal dari Dana Desa. Namun ada musyawarah, ada rekomendasi Pemerintah Daerah dan panitia. Akhirnya hasil audit keuangan baik Inspektorat Daerah, BPKRI terhadap pemanfaatan dana kegiatan, ternyata murni tidak ada rekomendasi pengembalian dana hingga saat ini. 

"Harapan Saya khusus bagi Dewan Pers agar dapat menindak Media yang tidak komperatif seperti media NM ini sesuai norma hukum yang berlaku, karena benar - benar meresahkan publik dengan mencemarkan nama baik institusi pemerintaan serta pribadi saya. Ke depan akan melakukan laporan polisi bagi Media yang bersangkutan," tuturnya dengan tegas. ( Tan2 )
Berita Terkait
Berita Lainnya