,
22 Agustus 2020 | dibaca: 309 Kali
APEDI JATENG DAN BUMDES PEKALONGAN MENDIRIKAN PERUSAHAAN DI SETIAP DESA DI PEKALONGAN.
noeh21


Pekalongan, Skandal.

Berangkat dari permasalahan Bumdes yang hingga saat ini belum terselesaikan, DPD APEDI (Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia) Jawa Tengah bersama  Asosiasi Bumdes Pekalongan berkolaborasi memaksimalkan penggunaan dana desa. 
Hal ini dilakukan untuk penyaluran dana desa yang tepat guna, apabila dana desa di optimalkan penggunaannya maka akan meningkatkan ekonomi masyarakat  otomatis akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Untuk merealisasikan Kerjasama tersebut, Jumat 21 Agustus 2020 DPD APEDI Jateng menandatangani MOU dengan Asosiasi Bumdes Pekalongan. 

Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum Asosiasi Bumdes Sutanto beserta jajaran, DPP APEDI, DPD APEDI Jawa Tengah dan DPC APEDI Pekalongan. Perjanjian kerjasama tersebut memuat program One Village One Company (Satu Desa Satu Perusahaan).
Program ini bertujuan untuk menciptakan sektor-sektor ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membantu menyediakan sistem dan legalitas resmi untuk memajukan bisnis yang ada di desa, sehingga ekonomi mayarakat akan berkembang dan maju. 

Program ini akan bernaung dalam Perseroan Terbatas (PT) yang akan dikelola oleh DPD APEDI Jawa Tengah, Asosiasi Bumdes Pekalongan dan masyarakat. 
Harapannya adalah masyarakat dapat mandiri, bisa mendapatkan penghasilan dan turut memajukan desa. 

Tentunya ini juga  akan membantu desa agar tidak  kehilangan anak mudanya, karena dapat ikut berperan membangun desanya daripada merantau kekota mencari pekerjaan yang belum jelas hasilnya. 

Dengan adanya Perseroan Terbatas (PT) di desa tersebut pastinya akan menyerap tenaga generasi muda.

Ketua Umum DPD APEDI Jateng M. Ismail Zulkarnain berharap kerjasama ini  akan membantu menjembatani masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik dan turut maju ekonominya.

Menurut Gus Eko selaku Dewan Pembina DPD APEDI Jateng perekonomian Jawa Tengah akan meningkat jika semua kalangan bahu membahu bersama-sama, tidak bisa dibebankan pada satu kalangan saja atau individual, melainkan harus bergerak bersama untuk penyerapan dana Bumdes yang seharusnya. 

Berkaitan dengan harapan tersebut, dalam waktu dekat kedua belah pihak akan menjalankan beberapa program sebagai berikut:

A.JADOEL (Jaringan Desa Online).
Program JADOEL akan  mewujudkan setiap desa dapat terkoneksi dengan jaringan internet, sehingga dapat tercipta sirkulasi dan transaksi ekonomi melalui koneksi jaringan internet. Program ini akan dimulai pada bulan September 2020 di Desa Kauman, Wangandowo, Kesesi dan Merican di Kabupaten Pekalongan. 

B.AWSEM
(Antar warung sembako murah).
Sebuah program yang bertujuan mendongkrak ekonomi desa.

Program akan memberdayakan masyarakat dan pelaku UKM untuk menciptakan sebuah sistem pangan yang efisien .

Program tersebut diharapkan dapat memajukan ekonomi desa.
Dengan adanya DPD APEDI Jateng dan Asosiasi Bumdes sebagai lokomotifnya, serta lembaga desa yang sudah terlegalitas dengan jelas (PT) maka program-program tersebut akan jauh lebih mudah di implementasikan imbuh Sekjen DPP Apedi M.Sabdo.

sony/skandal
Berita Terkait
Berita Lainnya