,
12 Desember 2019 | dibaca: 366 Kali
Sidang Bupati Pindah Ke PN Balangan
noeh21


Banjarmasin, Skandal

Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan dan pengelapan dengan terdakwa Bupati Balangan, Drs Ansharuddin  MSi, akan dipindahkan dari  Pengadilan Negeri ( PN ) Banjarmasin ke PN Balangan.

Hal tersebut dilakukan setelah sebagian eksepsi penasehat hukum terdakwa Ansharuddin diterima majelis hakim yang menyidangkan kasus tersebut di Pengadilan Negei  ( PN ) Banjarmasin 19-12-2019.     





Sidang lanjutan dengan materi  putusan sela majelis hakim ysng dipimpin Ketua Sutarjo SH,  beranggotakan Sutisna Sawati ,SH. serta Danu Swastika Rini SH, menyatakan keberatan terdakwa diterima, sekaligus Pengadilan Negeri (PN ) Banjarmasin tidak berhak menyidangkan dan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN )  Balangan.

Majelis hakim sebelumnya juga menyebutkan bahwa saksi-saksi untuk kasus ini banyak yang berdomisili di Balangan, yakni sebanyak 5 orang dari Balangan dan 2 orang Banjarmasin, sisanya daerah lain. 

Selesai pembacaan putudan sela, nampak terlihat rasa senang di wajah orang nomor satu di Balangan ini. Ia pun menyambut baik keputusan Ketua Majelis Hakim. Begitu pula dengan kuasa hukum Ansharuddin M.Mauliddin Afdie SH, juga menyambut baik putusan majelis hakim.

 Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fahrin Amrullah SH, mengatakan pikir-pikir  dulu. "Saya akan koordinasikan dengan pimpinan terlebih dulu apakah menerima putusan sela majelis hakim apa menolak," ujarnya.

Sementara Humas Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin Affandi SH, seusai sidang mengatakan putusan hakim itu mungkin ada alasan tertentu. Dalam persidangan tersebut, ia tidak tahu persis apa yang tetjadi.

Namun, katanya, dipindah ke Balangan, yang katanya saksi banyak di Balangan.         Dalam eksepsi, ada eksepsi kewenangan pengadilan dan ada juga eksepsi kasusnya.             
"Bupati itu belum bebas, cuma sidangnya yang dipindah ke Balangan. itu pun dari pihak kejaksaan bisa mengajukan keberatan satu minggu, dan Pengadilan Tinggi ( PT ) punya waktu empat belas hari untuk memutus perkara itu," paparnya. 

 Jika Pengadilan Tinggi (PT) berbeda pendapat, maka persidangan kasus ini bisa dikembalikan ke Pengadilan Negeri ( PN ) Banjarmasin. (Ir)
Berita Terkait
Berita Lainnya