,
22 Juni 2020 | dibaca: 322 Kali
Selingkuh Pangulu Ke Pengadilan, Warga Tuntut Vonis Seberat-Beratnya
noeh21


Simalungun, Skandal

Lewat penasehat hukum Zulfan Iskandar, SH  Pangulu Nagori Kp Lalang Kec. Ujung Padang Kab. Simalungun, Fachru Zani alias Ujen, 54, pria beristeri, pekerjaan Pangulu, menyampaikan duplik atau tanggapan akhir terdakwa atas replik atau tanggapan Jaksa atas pleidoi dari terdakwa dalam kasus zinah yang  telah dituntut Jaksa pada sidang yang lalu Rabu 13/05 di PN.Simalungun.

Dalam kasus ini, terdakwa tidak ditahan, dan sidang dinyatakan tertutup untuk umum. Setelah sidang, dikanutkan dengan  dengan sidang  agenda duplik dari terdakwa wanita SW  40, wanita selingkuhan Pangulu, pekerjaan ikut suami.





Duplik dibacakan oleh Penasehat Hukum Syarifuddin, SH  C. LL bersama Hendra Adnan, SH. sebagai upaya hukum terahir ke-dua terdakwa untuk mengelak dari tuntutan Jaksa atau untuk mendapat hukuman yang seringan -ringannya dari Majelis Hakim. 

Seperti  diberitakan Skandal, Jaksa Penuntut Umum  Saman Dohar Munthe, SH, MH pada sidang sebelumnya  membuktikan ke-dua terdakwa dalam sidang terpisah melanggar Pasal 284 ayat (1) dan ayat (2) huruf (b) tentang zinah, menuntut terdakwa Pangulu Fachru Zani hukuman penjara selama 7 bulan dan wanita yang dizinahinya SW selama 3 bulan penjara. 

Perzinahan terahir yang dilakukan ke-dua terdakwa terjadi pada 13 Nopember 2019 pukul 23.00 WIB di dalam kamar rumah milik SW. Terdakwa Pangulu Fachru Zani yang tak mampu menahan nafsu syahwatnya  kepada SW, isteri warganya Edi yang cantik bertubuh tinggi semampai itu, merupakan tetangga depan rumahnya.

Malam itu, Pangulu SMS menyebukan "Suamimu gak dirumah kan, aku mau ngasi uang jajan anak-anak ini sekarang" yang dibalas SW,"...iya, datanglah". 

Pangulu pun datang dan masuk dari pintu belakang yang sudah dibuka SW. Fachru Zani memberi uang Rp 300.000 rupiah kepada SW. Sesudah pintu depan dan belakang di kunci SW, keduanya naik ranjang, melakukan hubungan intim.

 Ketika sedang bergumul, tiba-tiba suami SW mengetuk pintu depan membuat keduanya kalang-kabut memakai baju. Suami SW gencar menggedor pintu maka SW, isterinya itu beralasan mencari kunci padahal sedang memakai baju. Kemudian pintu depan dibuka.

Sementara Pangulu Fachru Zani alias Ujen panik,  cuma sempat memakai celana dalam, sedang baju dan celananya dipegang,  gegas lari ke pintu belakang.

Tetapi di sana sudah ada adik Edi Suheri yang langsung menangkap Pangulu sambil meneriaki maling, maling  Mendengar itu orang sekampung itu berdatangan. Edi dan Pangulu bertengkar hebat. Orang sekampung Lalang itu pun menggiring Pangulu ke kantornya sendiri malam itu, lalu Edi mengadukan ke-duanya ke Polisi. 

Sebelum sidang diadakan, di halaman depan PN Simalungun itu ratusan warga Kp Lalang datang  mengunjungi sidang dan menyampaikan aspirasi. Mereka menulis spanduk besar dan kecil memohon agar Majelis Hakim menghukum Pangulu dan SW dengan hukuman yang seberat-beratnya dan langsung dipenjarakan.

Kepada Bupati Simalungun bunyi spanduk supaya Bupati memecat Pangulu Nagori Kp Lalang yang moral dan ahlaknya tak pantas sebagai Pangulu.

 Spanduk itu ditunjukkan kepada umum di depan kantor Pengadilan. Ketua PN. Simalungun Abdul Hadi Nasution melarang semua warga Nagori Kp Lalang itu masuk ke dalam kantor kecuali sekira12 orang saja untuk mencegah penularan virus corona. Maka para warga Kp Lalang itu kebanyakan duduk menyebar diluar kantor Pengadilan sampai kedua sidang selesai !! Mereka datang dengan 11 unit kendaraan dari berbagai merk selain mengendarai speda motor.  

Massa warga ini dipimpin oleh tokoh masyarakat Kecamatan Ujung Padang Zakaria yang berhasil memimpin warga agar dalam penyampaian aspirasi itu dengan tertib dan aman terkendali.  

Majelis Hakim diketuai oleh Abdul Hadi Nasution, SH, MH bersama Hakim Anggota, Hendrawan Nainggolan, SH dan Anggreana Rori Sormin, SH dengan Panitera Santoso, SH. (Tim)
Berita Terkait
Berita Lainnya