Skandal Lotim
Sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) jenjang SD/SMP di Kabupaten Lombok Timur yang pada Pilkada 2018 lalu setia dan militan mendukung Sukma, sekarang dimutasi jadi guru biasa.
Bahkan ada yang dinonjobkan dan ini merupakan sebuah kejutan yang terjadi pada momentum pelantikan dan pengambilan sumpah di lingkungan Dikbud Kabupaten Lombok Timur NTB Jumat, 5 / 9
Iskandar Zulkarnaen, SH Anggota Relawan SUKMA Kecamatan Keruak.
Kepsek yang semulanya memimpin dan melakukan manejemen tata kelola lembaga satuan pendidikan dengan baik di beberapa sekolah di Kabupaten Lombok Timur, baik jenjang SD/ SMP bahkan sekolah favorit, membuat banyak perubahan disatuan pendidikan tersebut, harus menerima kenyataan di mutasi dan dinonjobkan.
Hal ini diungkap oleh banyak pihak seperti Korcam Sukma Kec. Keruak, Lalu Sriadi ST, yang sangat tahu perjuangan dan totalitas pergerakan pendukung paket Sukma
Salah salah satu contoh yang kini resmi berstatus mantan Kepsek dan di nonjobkan di sekolah adalah Aminullah yang selama ini menjadi Kasek SDN 10 Selebung Ketangga Kec. Keruak.
Banyak yang kaget dengan keputusan Bupati Lombok Timur H. Muhammad Sukiman Azmi dan Kepala Dinas Dikbud Lotim Zainuddin, S.Ag. Padahal yang bersangkutan diharapkan bisa membawa perubahan dan kenyamanan di bawah instansi yang dipimpin.
Namun di sisi lain, ternyata tidak mengakomodir rekomendasi Korcam Sukma.
Lalu Sriadi juga mengungkapkan rasa kecewa mendalam karena merasa di kesampingkan. "Ini ada apa? dan semua relawan Sukma di Kecamatan Keruak jadi tanda tanya, dimana janji janji Bupati yang dulu saat menjadi Cabup? Justru orang orang yang berjuang dan di rekomendasikan di campakkan dan orang orang yang tidak kita tahu batang hidungnya justru di lantik," ungkapnya kepada Skandal news com di Sekertariat Korcam SUKMA Jumat, 5 September 2019.
Ia juga menambahkan, jika bukan relawan yang berjuang di bawah bersama teman - teman Korcam, semua masyarakat yang yang tidak berstatus ASN/ PNS, mereka tidak bisa duduk menjabat Kepala Dinas Pendidikan misalnya, atau semua pimpinan OPD.
"Jadi tolonglah kami sekedar diajak koordinasi, seperti apa mereka dan bagaimana mereka? Kami juga bukan mau masuk terlalu dalam ke ranah internal birokrasi. Kami juga berjuang bukan karena materi atau uang, jabatan atau minta proyek. Bukan sama sekali. Tolonglah kita diajak bicara. Bahkan srmua yang sudah kita usulkan satu - satu tidak ada yang penuhi atau dikabulkan," tegasnya.
Sementara Kanit Dikbud Kecamatan Keruak Mastur, S.Pd saat di hubungi Skandal news .com NTB melalui selulernya untuk mengkonfirmasi hal tersebut, ponsel selulernya tidak aktif ( of) .
Zainuddin, S.Ag selaku Kadis Dikbud Lotim saat di konfirmasi melalui ponselnya, hanya istrinya yang menjawab. Sang istri mengatakan Zainuddin, S. Ag lagi keluar.
Salman S.Pd, Ketua Forum Guru Tidak Tetap ( GTT) Kecamatan Keruak yang selaku mewakili GTT Kecamatan Keruak, mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap semua kebijakan Bupati Lotim saat ini , tidak konsisten terhadap janji politiknya saat menjadi Calon Bupati untuk megakomodir.
"Kami semuanya yang sudah mati - matian berjuang mendukungnya, Bahkan orang yang tidak mendukungnya, membenci dan menghinanya masih nongol, dengan gayanya duduk di kursi mendapat jabatan yang strategis. Bahkan ada salah seorang guru yang terangkat jadi Guru PNS tahun 2010 yaitu Mustikah, S.Pd yang mengajar di SDN 1 Pemongkong, Kecamatan Jerowaru ikut di lantik menjabat jadi Kepala Sekolah mengingat Guru tersebut dari Rumbuk," ungkapnya.
Sementara itu juga Iskandar Zulkarnaen, SH yang juga Relawan Sukma dan juga salah satu Lawyer di Home Office siap memback up MoU antara Korcam Sukma se- Lombok Timur dengan H. Sukiman Azmi ke - ranah Hukum Perdata karena ini sudah masuk dalam wanprestasi ( ingkar janji).
"Saya juga kecewa," tegasnya