,
13 Agustus 2019 | dibaca: 394 Kali
Joseph Hutabarat: LRAP Terancam Mencemarkan Nama Baik
noeh21
Jakarta, Skandal 

Gagalnya demo yang akan dilakukan oleh kelompok yang manamakan Lingkaran Rakyat Anti Pungli (LRAP) menimbulkan sejumlah tanda tanya.

Ada menyebut kemungkinan lembaga itu sudah masuk angin, lantaran kelompok itu begitu gencar mengajak masyarakat untuk berdemo di Daan Mogot.


Josep Hutabarat, SE SH MH

Bahkan sebagian masyarakat menanggapi  demo  kian nyinyir saja. Setelah kental dengan jargon "membela siapa yang  membayar", saat ini melebar sebagai alat kompromi mencari fulus.

"Lho kok nggak jadi. Aneh dong," ujarnya seseorang berbisik, mengingat Pungli bukan sesuatu yang baru di Ditlantas, khususnya Samsat.

Josep Hutabarat SE, SH, MH memaklumi jika masyarakat mempertanyakan urungnya demo yang dilakukan oleh LRAP.

 "Interprestasinya macam-macam. Bisa saja masuk angin atau kurang persiapan," jelas pengacara yang juga politisi Golkar ini.

Bahkan, kata Joseph, adanya sebutan pencopotan Kasi SIM karena tak mampu menekan percaloan, bisa menjadi persoalan. 

"Kenapa harus menyebutkan seperti itu, tapi demonya gagal," ujar Joseph saat dihubungi lewat selular.

Pencemaran nama baik? Joseph menyesalkan kenapa tuntutannya seperti itu: mencopot pejabat karena gagal menekan Pungli.

"Cuma, kenapa dia menyebutkan seperti itu," tegas Joseph, tak menafikan kategori undangan WA itu termasuk mencemarkan nama baik. Apalagi bila tak bisa membuktikan adanya pungli tersebut.

Korlin, yang disebut-sebut penyebar undangan lewat WA, tak menjawab soal tak jadinya demo. Ia hanya menyebut tak jadi tanpa membeber alasannya.

Seperti diketahui, ada dua tuntutan yang dilayangkan oleh kelompok LRAP dengan Korlap Kolin. Pertama menuntut copot kepala seski SIM karena dianggap tak mampu menekan angka percaloan. Tuntutan kedua mendesak Kapolri dan Kakorlantas mengevaluasi kinerja dirlantas polda metro.  Di sini Kabagregident punya tanggung jawab pembenahan sistem

Dua pejabat di gedung biru Polda Metro Jaya baik Dirlantas maupun Kabagregident tak berhasil dikonfirmasi karena kedua pejabat tersebut sedang menunaikan ibadah haji. “Bapak sedang  ibadah haji, tak ada di ruangan,” ungkap stafnya.

Sebelumnya pada Minggu(21/7) beredar undangan berantai ajakan demo pada Senin(22/7) secara berantai lewat WA yang mengatasnamakan dari SEMMI Jakarta Raya di Satpas SIM Jl. Daan Mogot Jakbar.

Undangan yang disertai dengan nomor HP korlap viral sehari sebelumnya. Isinya, senada mereka menuntut agar dirlantas Polda Metro Jaya dan Kasi SIM dicopot dari jabatannya. Karena membiarkan pungutan liar di pelayanan masyarakat

Namun gertakan dari surat berantai tersebut cuma ajakan belaka, faktanya sejumlah wartawan yang sudah menunggu di lokasi sesuai undangan dari yang mengaku kelompok peduli masyarakat itu tak nongol.

Edison, wartawan senior di Polda Metro Jaya yang menerima undangan dan juga ketua ITW diminta komentarnya adanya undangan beruntun tersebut mengatakan,

 “Ah semua itu lagu lama kaset baru,” ujarnya singkat. 

Sebelumnya, dalam keterangannya Tito mengancam akan menindak Kapolda dan kepolisian yang tidak menjalankan operasi memberantas Pungli. “Saya minta semua Kapolda serius, karena ini perintah presiden, bukan saya,” tegas Kapolri, menyebut ada teguran I dan II bila Kapolda gagal menjalankan operasi Saber Pungli.

Tito menyebut di Mabes Polri masih banyak stok. “Masih banyak Kombes. Mereka juga ingin berprestasi,” tega
Berita Terkait
Berita Lainnya