,
24 Juni 2021 | dibaca: 289 Kali
DATA COVID HARUSNYA TERINTEGRASI
COVID-19 MENGGILA, DUA KALI VAKSIN TETAP TERTULAR
noeh21
Jakarta, 24 Juni 21, Indonesia sudah memasuki tahun ke 2 melewati masa Pandemi covid 19. Yang memprihatinkannya kondisi saat ini tidak jua membaik justru sebulan belakangan kembali memburuk. Demikian ditegaskan Hasnaeni Wanita Emas  (HWE) pada media.

Menkes, ujar dia, harus berikan data yang jelas mengenai penyebaran covid, pun demikian dengan gubernur dan kepala daerah lain terkhusus gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, jangan berikan data sepotong sepotong.

"Tapi bukalah data yang utuh, data yang sebenarnya. Seharusnya mata rantai penyebaran virus ini bisa terdeteksi sehingga tidak terjadi penyebaran yang lebih masif", tandas wanita cantik ini



Lantas terkait penanganan, HWE mengatakan betapa buruknya penanganan pasien covid negeri ini terutama belakangan ini, seolah nyawa tidak berarti, beberapa orang yang datang ke Rumah sakit meminta pertolongan karena terinfeksi, diminta kembali pulang dengan alasan penuh, apakah tidak ada antisipasi sehingga hal semacam ini bisa terjadi? 

Seharusnya pusat pengelolaan data dilakukan secara terintegrasi, sehingga data tidak melulu hanya memberikan informasi angka kematian, maupun angka kesembuhan, tapi data ini yang digunakan untuk menghentikan pola persebaran virus ini.

Percuma vaksin digaungkan, bahkan masyarakat yang patuh melaksanakan vaksin hingga vaksin kedua pun akhirnya terpapar, jangan salahkan Masyarakat bila akhirnya tidak lagi percaya vaksin. Masyarakat akan  berpikir untuk apa vaksin kalau akhirnya juga tetap terpapar.

Fenomena yang terjadi saat ini membuktikan, tidak adanya kesiapan awal mengatasi Pandemi ini, tidak adanya rencana dan strategi yang matang sehingga terkesan baru berpikir setelah banyak nyawa melayang.

Meski ini wabah dunia tetapi harusnya kita punya solusi. 

Kita, tandas HWE, harus tahu dari mana mata rantainya, dan putuskanlah mata rantai itu. Contoh bagaimana negara tetangga berhasil melakukannya, Singapura mampu menghadapi wabah covid, lantas mengapa kita tidak mencoba belajar dari cara mereka?. 

"Saya mewakili masyarakat Indonesia, yang tidak berdaya menghadapi wabah ini, ingin bertanya.... 
Kemana kami dapat mengadu ? Kemana kami meminta pertolongan dan kemana kami bisa berlindung?", pungkas

Hasnaeni Ketua umum partai emas yang juga pembina Media  Independen Online (MIO) Indonesia.
(Ompik)
Berita Terkait
Berita Lainnya