Balai Desa di Kube Banyak Mangkrak
Jumat, 26 April 2019 | Dilihat: 867 Kali
Malra, Skandal
Sekertaris Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Stepi Tayanan mendesak Kejaksaan dan Kepolisian Resort Malra mengusut tuntas proyek Balai Ohoi/Desa Ad Weraur mangkrak.
"Investigasi kami di wilayah KUBA (Kecamatan Utara Barat) banyak pejabat desa melakukan pengelolaan dana desa tidak sesuai dengan mekanisme. Banyak yang mandek," tutur Tayanan
Sebagai bukti, lanjut Tayanan, saat melakukan invetigasi di Ohoi Ad Weraur, Balai Ohoi dibangun sejak tahun 2017 dengan jumlah anggaran Rp 105 juta. Namun hingga sekarang bangunan tersebut tinggal puing-puingnya saja.
Menurut dia, bangunan tersebut dalam RAP ukurannya 8 x 12, tapi yang di kerjakan bukan ukuran di RAP, tapi volumenya berkurang dengan ukuran 6 x 8..
"Tapi kok sampai sekarang bangunan tersebut belum selesai," tegas Tayanan.
Tayanan meminta kepada pihak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian dan kejaksaan memanggil mantan pejabat Ohoi/Desa Ad Weraur atas nama Welhelmus Renuw untuk dapat di pertanggung jawabkan dengan bangunan tersebut.
Selain itu, Tayanan meminta agar pihak Kepolisian dan pihak Kejaksaan juga harus memanggil pihak audit, dalam hal ini Inspektorat.
"Aneh audit kok tidak ada temuan, tapi nyatanya Balai Ohoi Ad Weraur mangkrak. Padahal akan jadi percontohan buat Ohoi Ohoi lain. Jadi sudah semestinya harus diusut tuntas," paparnya.
Selain itu, masih banyak desa di wilayah KUBA proyek desa yang mangkrak dan membuat banyak laporan palsu. "Maka agar terang benderang, Kepolisian atau pihak Kejaksaan langsung turun lapangan untuk menyaksikan langsung," tuturnya. (MI)