,
15 Februari 2019 | dibaca: 134 Kali
Dishub DKI Siap Uji Coba Aplikasi e-Parkir Aspeparindo 
noeh21


Jakarta, Skandal

Dinas Perhubungan DKI Jakarta siap menerima aplikas e-parking Asosiasi Pengelola Parkir Indonesia (Aspeparindo) untuk diujicobakan pada beberapa areal parkir di Jakarta.




"Ajukan saja surat. Kami siap asalkan win-win," pinta Plt Dinas Perhubungan Transportasi (Dishubtran) DKI, Sigit,  saat menerima audiensi Aspeparindo, tadi sore, Jum'at (15/2).

Dalam audiensi itu, dipresentasikan e-parkir Aspeparindo yang saat ini diterapkan di Pasar Rawa Bening, Jakarta Timur. Aplikasi ini, bukan hanya sekadar real time, e-money dengan beberapa bank, juga menyiapkan booking parkir yang bisa didownlod di playstor, www.parkiran.id.net.

"Aplikasi ini transparan karena tinggal dikasih user dan password semua data bisa dilihat. Jadi tidak ada lagi rumor soal pajak," jelas Irfan, anak muda yang sukses menakhodai PT Rafiq Parkir.

Sekretaris Dinas Dishub DKI, Budi Setiawan mengakui bicara soal parkir tak lepas dari transparansi atau kebocoran dan services. "Semoga aplikasi ini bisa mengeleminir rumor kebocoran," jelas Budi tersenyum yang didampingi Bagian Lalu Lintas, Agung.

Sigit, yang datang terlambat karena dipanggil oleh Gubernur Anies Baswedan, mengingatkan Aspeparindo bukan hanya menangani perparkiran saja, tapi juga harus menjadi kreator lantaran "ekosistem" yang terlibat di dalamnya cukup banyak.

"Jadi bisnis yang bisa dikreate, sehingga semua bisa tumbuh bersama, tidak bisa eksklusif," ujar Sigit pada segenap jajaran pengurus Aspeparindo yang dikomandoi oleh Irfan Yanuar SPi.

Dia juga mengingatkan, meski digitalisasi jadi trend, tetap manusia lebih diutamakan. Apalagi teknologi itu mengurangi tenaga manusia. 

"Jadi bagaimana kita bisa mengkreasikan bisnis karena yang terlibat di parkir banyak," tambahnya.

Terlebih, Gubernur Anies selalu menekankan Pemda DKI harus menjadi fasilisator kreator kepada seluruh masyarakat yang ingin berkreasi.

Karena itu, Sigit menyambut baik Aspeparindo membuat sertifikasi kepada anggotanya, terutama di Jakarta yang mencapai ribuan. Jumlahnya makin bertambah bila dikaitkan seluruh Indonesia.

"Dengan memberikan sertifikasi, sama halnya menjadikan mereka profesional, punya job yang jelas," ujar Sigit mengingatkan resiko Jukir juga sangat besar, seperti mobil terjatuh, menabrak karena salah memberikan instruksi.




"Nah, dengan sertifikasi, resiko juga bisa diminimalisir," jelas Sigit, mengingatkan setelah sertifikasi, ada proses lain yang harus dilanjutkan dari mulai penghargaan, penghasilan meningkat.

"Jangan sampai, setelah sertifikasi penghasilan tidak meningkat, malah menurun. Kan percuma sertifikasi," jelas Budi tertawa.

Di akhir audiensi, Aspeparindo memberikan cinderamata berupa gate parkir, dilanjutkan pemakaian jas uniform kepada Sigit sebagai "Bapak Angkat" Aspeparindo dan Sekdis Budi Setiawan.(ian)
Berita Terkait
Berita Lainnya