,
21 Februari 2021 | dibaca: 44 Kali
Taruna Akmil Ikuti Muhasabah Untuk Meningkatkan Kualitas Iman
noeh21
Magelang - tabloidSkandal.com
Untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT, pagi hari ini Taruna Akademi Militer melaksanakanan Muhasabah bagi Taruna/Taruni Akmil Tk. I, II dan III yang beragam Islam guna mencapai sasaran pembentukan moral/ ahlak dan karakter sikap kepribadian dengan tema.

“Muhasabah Kita Tingkatkan Semangat untuk Berbuat yang Terbaik dalam Menempuh Pendidikan di Akmil”, di Serambi Masjid Al Jihad Kesatrian Akmil. Minggu, (21/02/21).

"Mayor Inf Farkhan (Bintal Akmil) dalam acara ini mengawali pembicaraan, ”Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah”. (QS. Al-Insyiqaq [84]: 7-8)." tutur Fakhan.

Jika kita amati secara mendalam, hikmah dari i’tibar yang diperoleh dari bencana yang melanda dunia ini tak ubahnya perkataan yang pasti akan menggoreskan kesan (positif atau negatif) dihati pendengarnya. Begitupun dengan apa (musibah) yang Allah turunkan kepada manusia sebagai bentuk kalam Tuhan yang bersifat teguran tentu memiliki maksud dan tujuan yang terkadang kita merasa sulit atau bahkan kesulitan untuk memaknainya.

"Semestinya manusia menyadari hal itu lalu melakukan tindak lanjut (fedback) dari semua itu. Hal ini merupakan keterbatasan manusia sebagai ciptaan Tuhan (makhluk) yang memang sudah menjadi ketetapan Sang Pencipta (Kholiq) untuk memahaminya”, ujarnya.

“Idealnya menanggapi semua itu, kita harus melakukan muhasabah (introspeksi) terhadap semua sikap dan tindakan kita selama ini dan kita selalu mendoakan kedua orang tua kita terutama ibu. Sudahkah kita penuhi semua kewajiban kita sebagai makhluk Tuhan, dimana tujuan penciptaan manusia adalah untuk mengabdi kepada Allah (li’ibadatillah), atau justru perbuatan kita selama ini jauh dari nilai-nilai Illahiyyah." tambahnya.

"Oleh karena itu, mari kita berintrospeksi diri demi menuju hidup yang sesuai dengan ajaran agama mengingat bahwa tidak ada jaminan kita akan bangkit dari tidur esok hari. Karena boleh jadi ajal menjemput sebelum kita bertaubat kepada Allah SWT atau Malaikat Izrail telah mencabut nyawa kita sebelum taubat kita benar-benar diterima oleh-Nya, yang lebih ironis bila nyawa ini melayang dikala kita sedang berbuat kemaksiatan atau berada dalam lembah kenistaan. Na’udzubillahi min dzalik.” Sambungnya.

“Muhasabah atau introspeksi diri adalah kata yang hakikatnya sering disalahpahami oleh mayoritas orang. Mereka beranggapan introspeksi diri adalah mengingat perbuatan dosa yang telah dilakukan, dengan menyesali (nadamah) dan menangisinya (buka’). Padahal, pengertian tersebut bukanlah termasuk ke dalam muhasabah.

Namun itu adalah salah satu dari syarat-syarat taubatan nasuhan (taubat yang murni). Merujuk kepada hadits Rasulullah saw. Tentang hakikat muhasabah, akan kita temukan yang dimaksud dengan muhasabah adalah memaksakan diri dan menundukkannya agar taat melaksanakan semua perintah Allah SWT.

Sebagai bekal di akhirat, lanjutnya. Sesuai dengan konsep ini maka kita harus mengarahkan diri kita untuk selalu tunduk dengan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, Muhammad SAW. Dengan demikian diharapkan kita mampu melakukan muhasabah diri (introspeksi) yang hakiki.

Sehingga kita dapat mengontrol semua tindakan kita agar selalu berada di jalan yang diridhoi Allah SWT. Begitu pentingnya muhasabah dalam hidup ini maka sudah sewajarnya kita selalu melakukannya setiap waktu. Terlebih setiap selesai melakukan suatu amal perbuatan supaya perbuatan sehari-hari (amaliyyah yaumiyyah) kita diterima dan bersih dari rasa sombong dan riya’ yang dapat menggugurkan pahala.

"Dengan membiasakan diri bermuhasabah berarti kita telah berusaha meningkatkan kualitas iman kita kenuju kesempurnaan. Bahkan kita pun akan menjadi orang yang beruntung di hari perhitungan amal (yaum al hisâb) nanti karena sedikit banyak kita telah memperhitungkan (membuat perhitungan) amal kita di dunia. Insya Allah.

Umar bin Al Khatab pernah berkata, ”Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab (hâsibû qobla an tuhâsabû)”.Hadir dalam kegiatan ini Danmentar Brigjen TNI Windiyatno, Wadanmentar, Para Danyontar, Para Pa dan Ba Pengasuh Mentar (Resimen Taruna) (50), Taruna Tk I (328), Taruna Tk II(286). Taruna Tk III (248).Penhumas Akmil. 
(SM)
Berita Terkait
Berita Lainnya