,
30 Agustus 2020 | dibaca: 249 Kali
Proyek pengerukan Tanah di Komplek Perumahan PT GPM Merusak Jalan Di  Tambun Timur
noeh21


Pematangsiantar,Skandal

Proyek perumahan PT. Guntur Persada Membangun yang merupakan  proyek membangun perumahan bersubsidi dan berlokasi di jalan Basuh Tangan Tambun Timur kelurahan Tambun Nabolon kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar, berdampak pada mulai rusak dan hancurnya jalan disekitar proyek. Hal ini akibat dari pengangkutan tanah yang dikeruk dari lokasi proyek pembangunan rumah kemudian dijual ke tempat lain.Hal ini berdasarkan pengamatan Skandal.com di lapangan, Minggu (30/08/2020).

Menurut salah seorang warga SR (48) Proyek Program Pemerintah Bersubsidi yang bernama Perumahan Pesona Banten Residence ini, sejak awal pengerukan memang sudah menimbulkan pro kontra di masyarakat sekitar, apalagi tanah kerukan yang memakai alat berat itu  diangkut dengan dump truck yang harus melintasi jalan utama komplek perumahan Bhayangkara Permai Jl. Tambun Timur. Pengangkutan ratusan kubik tanah yang memiliki nilai jual, ini sudah berlangsung kurang lebih 3 bulan dan berdampak mulai rusak dan hancurnya jalan yang semula dibalut aspal yang cukup mulus oleh Pemko Pematangsiantar.

"Namun, seiring berjalannya waktu, pelaksanaan proyek pengangkutan tanah yang dilintasi dump truck dan perharinya bisa mencapai ratusan trip pengangkutan jalan aspal yang semula kondisinya bagus itu kini lambat laun ada yang berlubang, retak-retak, pinggiran aspal hancur bahkan ada aspal yang menggelembung karena tidak mampu menahan beban tonase dump truck, katanya.




Warga Kelurahan Tambun Nabolon RT 001/002 dan 002/002  sebelumnya sudah pernah menolak pengerukan  dan pengangkutan tanah ini secara resmi . Penolakan warga itu disebut, dibuktikan dengan surat resmi tanggal 14 Juli 2020 yang ditujukan kepada Walikota dengan tembusan DPRD Siantar, Kapolsek Kecamatan Siantar Martoba, Danramil Kecamatan Siantar Martoba, Camat Siantar Martoba dan Lurah Tambun Nabolon.

Salah seorang warga yang tidak mau disebut namanya kepada Skandal.com juga mengaku sangat kecewa, karena jalan yang sudah bagus di aspal kini sudah rusak. " kondisi jalan ini sudah dirusak karena proyek yang hanya menguntungkan pihak pengusaha, tanpa memikirkan dampaknya pada orang-orang yang tinggal di sekitar proyek serta jalan perumahan kami ysng menjadi hancur. Belum lagi di depan proyek ada sekolah Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) dan Sekolah Dasar (SD).Sudah tentu proyek ini sangat menganggu aktivitas sekolah, karena setiap hari kurang lebih seratus trip dump truck melewatinya.

"Siapa yang akan bertangungjawab atas kerusakan jalan ini, jelas kami warga terutama jalan yang depan rumahnya  dilintasi dump truck yang paling dirugikan,"  imbuh warga tersebut.

Warga sangat mengharapkan Pemerintah mau peduli atas keberatan warga yang sudah menyurati, agar jalan yang selama ini sudah diaspal Pemko Pematangsiantar bisa terjaga   (A02 )
Berita Terkait
Berita Lainnya