,
10 Januari 2020 | dibaca: 229 Kali
Polisi Tembak Dua Orang Pelaku Pencurian dan Kekerasan
noeh21


Kendal, Skandal

Aparat polisi Polres Kendal belum lama ini berhasil mengamankan tujuh orang pelaku pencurian dan kekerasan, di rumah mereka masing- masing. Polisi terpaksa menembak dua orang pelaku di kaki mereka, karena saat hendak ditangkap, mencoba untuk melarikan diri.

Kapolres Kendal, AKBP Hamka Mappaita, mengatakan, selain berhasil mengamankan tujuh orang pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah truk box yang digunakan untuk melakukan aksinya. Sebuah kendaraan merk Yamaha, dan 11 hanphone.

Modus  para pelaku ini bersekongkol untuk mengambil barang yang ada di gudang tempat salah satu pelaku bernama Muhammad  Abdul Wachid alias Chandra(23), warga Rt 06/01 Desa Ngawensari, Kecamatan Ringinarum.

Chandra sengaja berpura- pura dilakban oleh  teman- temannya dan kemudian dianiaya. 

“Iya, mereka sengaja melakban mulutnya kemudian diikat kaki dan tangannya,”kata  Kapolres Kendal, AKBP Hamka Mappaita, Jumat(10/01/20).

Komplotan yang semula berjumlah 12 orang ini, melakukan aksinya di sepuluh Tempat Kejadian Perkara(TKP) di empat lokasi yang berbeda, dan ada dua TKP dengan kejadian berulang.

“Sasaran mereka ini, spesialis gudang. Dan sasaran terakhir ini di sebuah gudang kopi yang ada Salatiga dan yang ada di Kecamatan Weleri,”ujar Kapolres Kendal, AKBP Hamka Mappaita.

Menurut Kapolres, ke tujuh pelaku ini akan dikenai pasal 365 KUHP, dengan ancaman maksimal 12 tahun hukuman penjara. Sementara, empat pelaku lain yang kabur, kini masih dalam pengejaran petugas.

Salah satu pelaku bernama Sayidi(33) warga RT 07/04 Kelurahan Banyutowo, mengaku dirinya ikut melakukan aksi ini, karena diajak oleh temannya bernama Muhammad Alif Daelani, yang kebetulan rumahnya berdekatan di Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Semarang.

“Saya ndak tahu mas, kalau mau merampok. Saya tahunya akan kerja kirim- kirim barang. Tapi ternyata seperti ini.”kata Sayidi, yang mengaku menyesal setelah dirinya ditangkap polisi.(SPW)
Berita Terkait
Berita Lainnya