,
14 Mei 2021 | dibaca: 900 Kali
Kapolres Tual dan Dandim 1503 Malra Berhasil Redam Bentrok Antar Warga
noeh21
Tual, Tabloidskandal.com
Berlangsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Tugu Raja Wali Jalan Trikora Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual Kapolres Tual AKBP Alfaris Pattiwael S.I.K, M.H bersama Dandim 1503 Maluku Tenggara Letkol Inf. Mario C. Noya seketika itu berhasil meredam bentrok antar warga masyarakat Kota Tual Jumat, 14/5/2021.

Patauan Tabloidskandal.com sekitar pukul 11:00 WIT, mula-mula terjadi aksi pemukulan dan disusul penyerangan dari salah seorang warga yang kemudian memicu unjuk rasa warga di TKP.

Kepolisian Resor Tual bersama Danki Kompi I Batalyon C Pelopor Tual,  TNI Kodim 1503 Maluku Tenggara dan Batalyon Infanteri (Yonif) 734 Kei Kecil (Ibra) yang hadir pada saat itu mencoba melakukan upaya pengamanan kedua belah pihak akan tetapi amarah warga membludak menyebabkan terjadi kericuhan.

Warga tak terima dengan aksi pemukulan ini kemudian melakukan perlawan dengan membakar satu unit kendaraan roda dua milik salah seorang warga dan membuangnya ke alun-alun.

Tak lama kemudian, aksi baku lempar pun terjadi antara kedua komplotan masa disepanjang Pos Pagamanan Wenhir sampai depan Pegadaian yang bersebelahan dengan Kantor Terkomsel Tual. 

Aksi lemparan batu ini terjadi selama 1 jam sehingga sempat menyebabkan putusnya akses transportasi perhubungan darat Kota Tual menuju ke wilayah Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa bentrok disertai aksi buku lempar yang terjadi pada hari kedua setelah lebaran ini disebabkan kesalahpahaman warga semata atas aksi pemukulan yang terjadi beberapa waktu lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karel Satsuitubun Langgur.

Diduga, oknum dan pelaku dari insiden kejadian  ini adalah salah seorang warga wilayah setempat berinisial yang G.O.

Sementara itu, Kapolres Tual dan Dandim 1503 Maluku Tenggara yang turut serta melakukan pengamanan bentrok antar massa ini saat dikonfirmasi terkait kejadian itu mengaku aksi unjuk rasa antara dua kelompok masyarakat ini dipicu oleh faktor Minuman Keras (Miras).

"Jadi katong ini sangat kondusif, teman-teman juga tahu bagaimana pemicu dari kriminalitas konvensional itu adalah minuman keras itu kita sita begitu banyak kan. Hampir sekitar 16 ton yang kita musnakan, itu terbesar di Maluku.

Terkait dengan masalah keamanan, Kapolres menuturkan sangat kondusif saat ini baik di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. 

"Kriminilitas kita 1 tahun terakhir menurun sampai 23,8% bahkan triwulan I tahun 2021 banding tahun 2020 kiriminal 29,8%," sebutnya.

"Kita tidak bisa memprediksi suatu kejadian. Itu bisa terjadi. Itu kan tidak bisa kita prediksi secara jelas. Yang jelas adalah bahwa kita berusaha melakukan upaya-upaya pencegahan kejahatan," jelas Kapolres Pattiwael.

Seperti kejadian ini, yang awalnya awalnya sudah bisa dicaver sampai timbul lagi secara besar seperti itu, dirinya menyadari bahwa itupun diluar dari kendali. "Akan tetapi kemudian kita TNI dan Polri bersama-sama cepat menanganinya sehingga bisa selesai sekarang ini." tegasnya.

Dalam kesempatan itu Pattiwael turut menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan terpancing dan kepala dingin dalam menyikapi suatu persoalan.

"Jika mendapatkan informasi, coba di cek secara utuh jangan sampai baru masuk kepala kemudian kasih stetmen ke siapa kemudian membuat semakin pincang permasalahan.

Karna basudara, saudara-saudara saya ini cuma masalah orang per orang saja dan kita pastikan pelaku akan kita proses sesuai hukum." tutur Kapolres.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua PWI Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara A. Buce Rahakbauw  alias Obama sangat mengapresiasi kinerja Polres Tual, Dandim 1503 Maluku Tenggara, Kompi I Batalyon C Pelopor dan Batalyon Infanteri (Yonif) 734 Kei Kecil (Ibra) yang berhasil meredam konflik tersebut.

Pasalnya, upaya penanganan yang dilakukan sangat cepat dan tepat sehingga setiap bentrok yang terjadi pada saat itu tidak berangsur lama dan berimabas.

"Selaku Wakil Ketua PWI kedua wilayah ini saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kapolres Tual, Dandim, Danki dan Yonif 734 bersama seluruh Personil atas dedikasi dan kerjasama yang baik sehingga dalam kurun waktu yang singkat dapat meredam peraoalan ini." salut Rahakbauw.

Obama menilai, kemampuan TNI dan Polri dalam mengatasi setiap permasalahan di kedua daerah patut dipuji atas keberhasilannya itu. 

"Ini suatu kebanggaan tersendiri bagi kami selaku mitra dan fungsi kontrol media. Dan sudah sepantasnya kita acungkan jempol atas capaian kinerjanya selama ini. Ini sungguh luar biasanya." pujinya.

Lebih lanjut, Rahakbauw berharap agar masyarakat di kedua wilayah ini dapat menjaga keharmonisan hidup toleransi dan menghargai pemeluk agama lain yang sedang merayakan Idul Fitri 1442 hidjria tahun 2021 ini.

"Melalui hari kemenangan ini kita wujudnyatakan semangat persatuan dan kesatuan kita selaku anak adat dalam menjujung tinggi derajad kemanusiaan serta menghormati nilai-nilai adat daerah kita," ujar Rahakbau menutup pembicaraannya.
daniel
 
Berita Terkait
Berita Lainnya