,
21 Maret 2020 | dibaca: 257 Kali
Kapolda Sultra : 49 TKA itu Pekerja Lama, Bukan Baru
noeh21


Sultra, Skandal

Kapolda Sulawesi Tenggara(Sultra) Brigjen Pol Merdisyam menegaskan ke-49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina bukanlah pekerja baru yang bekerja di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

"Mereka adalah para pekerja lama," jelas Kapolda dalam jumpa pers dengan wartawan di Polda Sultra, 17/3.

Sebagai bukti, Kapolda yang langsung memimpin jumpa pers itu menyebut sejak merebaknya virus Corona, penerbangan dari Cina ke Indonesia ditutup sejak Febuari lalu.

"Mereka itu datang dari Jakarta untuk memperpanjang visa," tegas Kapolda, seraya menyebut keterangan itu hasil konfirmasi perusahaan yang akan memperkerjakan mereka.

Bahkan, berdasar keterangan pihak Bandara, Haluoleo, ke-49 TKA itu, mereka naik Garuda 696, juga mengantongi sertifikat kesehatan.

Cuma pihak Bandara tidak menjelaskan riwayat perjalanan puluhan warga asing itu sebelum bertolak dari Jakarta, seperti halnya sinyalemen  Kepala Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tenggara Sofyan menyebutkan, TKA ini sempat transit di Thailand sebelum tiba di Indonesia. Mereka berasal dari Provinsi Henan. 

"Saya minta maaf jika terjadi kesimpangsiuran informasi," jelas Brigjen Pol Merdisyam. Ia meminta kesimpangsiuran itu tidak perlu dipertajam, karena semua instutusi bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

Begitupun soal penahanan terhadap pengupload video kedatangan 49 TKA itu tidak ditahan oleh Polda Sultra.

"Itu tidak benar," tandasnya.

Menurut dia, pihak Polda Sultra  menerima HD, warga Konawe Selatan, dari POM Lanud Haluoloe Kendari.

“Jadi tidak benar dilakukan penangkapan atau penahanan, kami terima dari POM Lanud kemudian diserahkan Polda," tegasnya

Dia menjelaskan, perbuatan pelaku yang telah menyebarkan video tersebut telah meresahkan masyarakat.

Kemudian pihaknya langsung melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan untuk mengetahui apa motifnya memposting video itu di media sosial.

"Kita sampaikan apa yang di-upload itu meresahkan. Narasi ‘corona datang’ yang akhirnya ramai diketahui publik," jelasnya, menyebut HD saat ini sudah dilepaskan (Rahmat)
Berita Terkait
Berita Lainnya