,
08 September 2019 | dibaca: 498 Kali
Kapolda NTB Pimpin Acara "Pray And Love For Papua" From West Nusa Tenggara 
noeh21


Skandal NTB :

Pada hari Sabtu tanggal 7 September 2019 sekitar pukul 18.30 wita bertempat di pantai Senggigi Hotel Aruna Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB, berlansung kegiatan Pray And Love For Papua yang mengambil Tema "Love For Papuan From West Nusa Tenggara" yang di ikuti oleh seluruh elemen masyarakat NTB sekitar 5 ribu orang.




Turut hadir pada acara tersebut  Gubernur NTB DR. Zulkiflimansyah S.E. Msc, Kapolda NTB Nana Sudjana AS MM , pejabat utama dan anggota pejabat Polda NTB, anggota Forkopinda NTB (Damdem , Danlanal, Danlanut , Kabinda, Ketua DPRD Propinsi NTB), Civitas Akademika NTB (Para Rektor, Wakil Rektor 3 Universitas dan  Perguruan Tinggi yang ada di Mataram),Sekda Pemerintah Kabupaten Fak - Fak Propinsi Papua Ali Baham Temongmere beserta staf sebanyak 20 orang, anggota TNI / Polri beserta elemen masyarakat dari tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, pengusaha, Omas, OKP dan masyarakat umum serta wisatawan mancanegara berjumlah sekitar 5 ribu orang.

Pembukaan acara di mulai pukul 18.30 WITA oleh MC dan musik Accoustic dari Asbac Band dan kesenian adat suku Sasak Gendang Belek oleh personil Polres Lombok Tengah .

Kapolda NTB dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir di acara do'a bersama untuk saudara-saudara di Papua bertema "Love For Papua From West Nusa Tenggara".

Kegiatan ini sebagai wujud solidaritas seluruh elemen masyarakat NTB untuk masyarakat  Papua dalam bingkai Indonesia, NKRI .

"Pada kesempatan ini kita do'akan pula anggota TNI/Polri yang sedang memulihkan situasi Kamtibnas di Papua," ujar Kapolda.

Menurut Kapolda, TNI /Polri menjamin keselamatan dan keamanan warga Papua yang sedang menuntut ilmu dan bekerja di NTB .Ibarat tubuh manusia jika salah satu bagian terganggu, maka yang lain akan merasakan. 

"Kami di NTB juga ikut merasakan apa yang terjadi di Papua dan Papua adalah Indonesia bagian dari NKRI," tegasnya.

Gubernur NTB dalam sambutannya mengutarakan, sekarang di seluruh pelosok NTB masyarakat menyuarakan slogan NTB gemilang bahwa masyarakat NTB siap menjadi tuan rumah bagi Investor , NTB sebagai rumah untuk saling menautkan hati bagi seluruh masyarakat dari berbagai suku agama, ras dan asal daerah .

Sekali menginjakkan kaki di NTB warga dari luar daerah akan segera membaur dengan masyarakat NTB yang ramah .
"Di NTB kami menjamin keberagaman dalam  kebhinekaan Indonesia," tegas gubernur

Pemerintah NTB saat ini mengirim mahasiswa untuk belajar ke luar negeri yang bertujuan untuk memperluas cara berfikir dan cara pandang sehingga kelak mereka akan membawa perubahan dengan merangkul seluruh lapisan masyarakat dari berbagai Suku Agama ,Ras dan Adat di seluruh Indonesia.

"Terima kasih atas inisiasi dari bapak Kapolda NTB yang telah menyelenggarakan acara ini," ujarnya.





Do'a bersama di pimpin oleh yang beragama islam di pimpin oleh ketua MUI propinsi NTB prof.Saiful Muslim ,MM,agama Hindu di pimpin oleh ketua PHDI NTB Drs.I Gede Mandra MSI,agama Katolik di pimpin oleh Romo Paulus Payong ,agama Kristen Protesten di pimpin oleh Pendeta Pardamaian Dolok Saribu,agama Budha di pimpin Bikhu Opasilo dan agama Khonguci di pimpin oleh S. Widjanarko alias Wang Ping Sen.

Selanjutnya sambutan  Sekda kabupaten Pakpak Kabupaten Papua yang intinya di NTB sama seperti Papua yang sangat menghargai keragaman agama. "Kami datang dari Papua dan begitu tiba di NTB saya sangat terharu dengan masyarakat NTB yang sangat perhatian dengan kondisi saat ini di Papua. Kami menyatakan Papua adalah NKRI harga mati,mari kobarkan semagat untuk bersatu dengan seluruh masyarakat Indonesia. Kami memohon maaf atas kejadian yang terjadi di Papua dimana ada pengibaran bendera selain bendera merah putih ,itu adalah merupakan oknum yang ingin merusak kedamaian di Indonsia," ujarnya.

Do'a dari NTB Pulau Seribu Masjid ini untuk Papua semoga dapat menjauhkan dari segala mara bahaya dan fikiran untuk merusak persatuan dan kesatuan Indonesia ,Indonesia Bersatu, Merah Putih. (Amien)
Berita Terkait
Berita Lainnya