,
11 September 2020 | dibaca: 1186 Kali
5 Preman Keroyok Komisioner
noeh21


Malra, Skandal

Komisione KPUD Kab Malra A.R di Keroyok oleh 5 preman di desa Fidatan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual.

A,R saat di temui media ini di kediaman mengaku  saat dia sedang melakukan
silaturahmi di keluarga Jumadi Rahayaan, di Desa Fidatan BTN di temui istrinya Erna M. dan 4 anaknya antara lain P.R. A.R dan T.R dan yang bongsongnya sedang  tidur.

Setelh  dirinya pamit, pulang rumah di Ohoi Watdek, Kecamatan Kei Kecil, Kab Malra.

Tak disangka sangka 5 preman tersebut sudah menjemput di muka rumah  E.M.

Tidak banyak bicara, dia langsung dihadang dan langsung  melakukan pemukulan dengan kayu,batu,helm bahkan juga dengan pelungku.

A,R dianiaya layaknya hewan, sekalipun  sempat minta ampun. Tapi si 5 preman atas nama Samsudin Renjaan sebagai Sekertaris Ohoi Watdek,Idris Renjaan,Pegawai Samsat,Abdul Kadir Reliubun Pegawai Honor Depag,Abdul fata Renjaan,mahasiswa dari jakarta,dan Jumadi Rahayaan.

Saat 5 Preman tersebut melakukan tidak kekerasan terhadap A.R sempat di tegur oleh ibu E.M bahwa kedatangan A.R ke kediaman ini lagi silaturahmi. 

"Bukan lagi selingkuhan dengan saya,karena saat A,R lagi ngobrol dengan saya, ada anak anak saya, juga di samping saya,tapi kenapa harus kalian lakukan kekerasan terhadap A.R.??

Maka tak teganya ketiga anak dari E.R melihat penganiayaan tersebut. Ketiga anaknya langsung teriak sambil menangis bahwa jangan pukul A.R,karena  semua keluarga dan kedatangan A.R ini lagi silaturahmi.

Walaupun  Jumadi lagi ke kampung,tapi kedatangan A.R ini untuk baik. Lagipula mereka sama duduk bacerita sambil tertawa terbahak bahak, dan setelah itu A.R minta pulang.

"Tapi kok kenapa harus lakukan kekerasan buat A.R.Namun setelah di jelaskan oleh korban A.R bahwa ini sebuah rekayasa yang dibangun oleh 5 preman ini karena berkaitan dengan pengusulan Kepala Ohoi definitif di Ohoi Fer, Kec Kei Besar Selatan Barat Kab Malra.

Kakak saya kan anggota BSO,(Badan Seniri Ohoi)untuk melakukan tanda tangan dukungan,namun Kaka saya Abdul Gani Rahakbauw tidak mau ikut serta mendatangani surat dukungan kepala ohoi. Jadi dengan cara yang lain harus jebak saya," ungkap AR.

Menurutnya, bila dia to selingku dengan E.M apa ada bukti.? Atau tertangkap tangan  dengan E.M baik di kamar atau di hotel? "Kan saat saya silaturahmi di kediaman E.M kan ada 4 anaknya,tiga temani Ibunya E,M dan satunya lagi tidur. Jadi kalau di bilang selingku mana buktinya?" tuturnya 

Dan, lanjutnya,  kalau mau dikatakan sebuah perencanaan kejahatan yang dibangun oleh lima preman, jelas sangat melanggar UU pasal 340,339 KUHP.

"Apa kaitannya masalah ini dengan ibu Ida Wati Renjaan dan ibu Renab Ohoiwuy hingga  mensponsori  5 preman melakukan pukulan hingga wajah saya penuh dengan darah. Sebab Abdul Kadir ambil batu lalu pukul di bagian belakang saya, hingga bengkak,sedangkan Idris pegang helm pukul kepala saya hingga benjol. Sedangkan Samsudin Renjaan Pelungku di wajah saya hingga saat terjatuh kembali diinjak, ditendang seperti binatang,jadi diduga ini sebuah perencanaan," tuturnya.

Makanya dia minta dengan hormat kalau bisa aparat penegak hukum harus usut sampai tuntas. Sebab di duga ini semua sebuah skenario. (***)
Berita Terkait
Berita Lainnya