,
01 Mei 2019 | dibaca: 536 Kali
Supena Mochtardiredja: Sinergisitas dan Pelatihan "PR" Pengurus HIKKAPI 
noeh21


Jakarta, Skandal

Soal sinergisitas sepertinya menjadi rumpian menarik dari anggota Himpunan Kontraktor Perkeretaapian Indonesia (HIKKAPI). Maklumlah asal muasal organisasi ini didirikan, mampu mengimplementasikan kebijakan regulator perkeretaapian.




Tak usah heran, meski Ir. Abdurahman terpilih secara aklamasi, namun bukan dengan cek kosong. Ada sejumlah catatan yang harus dieksekusi kabinetnya mendatang.

"Ke depan, HIKKAPI harus tetap membangun komunikasi dengan regulator, tidak ada kata tidak," tegas Supena Mochtardiredja.

Terlebih, sebagai pembuat kebijakan, maka proyek-proyek perkeretaapian berasal dari mereka. Tidak sekonyong-konyong rezeki dari "atas". 

" Kita harus membangun sinergisitas," jelas lelaki kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat ini.

Namun, seperti para seniornya, sinergisitas itu tetap dengan kualitas dan profesionalitas, bukan sekadar audiensi maupun silaturahmi. 

Terlebih, regulasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian di negeri ini menyangkut kepentingan umum, langsung bersentuhan dengan masyarakat lewat alokasi  APBN 




"Peran kereta api sangat vital di negeri kita. Bukan sekadar angkutan masal, juga nilai ekonomisnya sebagai angkutan produksi yang cepat," jelas Supena. Makanya profesionallitas bukan sekadar di bibir, tapi terlihat pada tindakan dalam menangani proyek. 

Karena itu, demi profesionalitas itu, HIKKAPI harus peduli pada pengembangan SDM para anggotanya. Di sinilah, sertifikasi dan pelatihan harus menjadi agenda utama bagi kepengurusan HIKKAPI periode 2019 - 2023 mendatang. 

"Sertifikasi tanpa pelatihan, percuma saja," jelas penggemar golf ini. Ia yakin, lewat pelatihan, maka profesionalitas itu akan update, tidak stagnan. Apalagi teknologi perkeretaapian terus berkembang.

Dia setuju sekali, bila HIKKAPI melakukan studi banding ke luar negeri melihat pembangunan infrastruktur, ataupun mengunjungi pameran soal kereta api.

"Ukuran maju dan sukses itu kan ada perkembangan. Ada pertumbuhan pengembangan diri," papar lelaki yang 
mengawali karir sebagai rekanan di KAI. 

Dia yakin, jika pelatihan, baik pembicara dari HIKKAPI sendiri, praktisi maupun kalangan akademis, maka kualitas anggota HIKKAPI akan bertumbuh, sehingga performace sinergisitas pun kian berkualitas. 






HIKKAPI sendiri, meski jalurnya konstruksi, tetap saja corenya pada jalur perkeretaapian. "Segi inilah yang membuat kita berbeda," tegas Supena yang namanya tercatat sebagai pemegang hole in one di Lapangan Golf Hyatt Regency Yogakarta. 

Ia berharap, catatan-catatan yang digulirkan dalam Munas HIKKAPI harus menjadi agenda utama, termasuk menambah pundi-pundi kas HIKKAPI sendiri, sekaligus solid dan kokoh di internal sendiri. (Toni)
Berita Terkait
Berita Lainnya