,
07 Maret 2020 | dibaca: 1231 Kali
Pak Piet Suka Bantu Lunasi Hutang Pegawainya
noeh21

Saumlaki, Skandal

Petrus Fatlolon, SH, MH, adalah Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Pria kelahiran 16 Agustus 1967 di Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur ini, menjabat Bupati di Bumi Duan Lolat periode 2017 - 2022.

Selama menjabat Bupati Kepulauan Tanimbar, hingga masuk tahun ketiga pemerintahannya, mendapat julukan bupati yang sangat santun. Sebelum menjadi Bupati, Petrus Fatlolon telah memiliki karier yang sangat menjanjikan. Diantaranya Administrator pada Kontraktor MIGAS di Bula Tahun 1998, Materialman pada Kontraktor MIGAS Tahun 1999, Paymaster pada Kontraktor MIGAS Tahun 1990 - 1992, Project Administrator - Paranada Tahun 1993, Asst Coordinator pada Kontraktor MIGAS Tahun 1994, Project Coordinator Contr MIGAS Tahun 1995, Senior Representatice Canadian Petrolium Tahun 1996, Project Manager Kontraktor MIGAS Tahun 2000, GS Manager Kontraktor MIGAS Tahun 2001, Penanggung jawab Project International Seismic Survey MIGAS di Negara Brunei Darusalam, Tahun 2007 - 2008, Dosen Pengajar  pada Universitas Muhamadiyah Sorong, Tahun 2013, Dosen Pengajar pada Universitas Victoria Sorong, Tahun 2014, Pimpinan DPRD Kota Sorong, Papua Barat, Tahun 2009 - 2014, Pimpinan DPRD Kota Sorong, Papua Barat, Tahun 2014 - 2017.


​​​​​​

Dengan memiliki latar belakang karier yang menjanjikan tersebut, seorang Petrus Fatlolon yang akrab disapa pak Piet, memilih untuk mengabdi sebagai kepala daerah, pada negeri dimana orang tuanya berasal. Pria yang memiliki lima anak ini, kesehariannya sangatlah bersahaja. Padahal kalau mau dibilang, Pak Piet ini telah memiliki kekayaan yang tidak akan habis hingga generasi ketujuh. Namun karena besar dan cintanya untuk negeri yang kaya akan budaya dan adat istiadat ini, bersedia mengabdi untuk Negeri dan masyarakatnya.

"Pak Bupati itu memiliki kepribadian humanis, tegas dan cerdas serta sangat santun dan mumpuni. Beliau itu tidak pernah menyimpan dendam kepada siapapun, meski secara terang-terangan kita melakukan kesalahan. Selalu ada kesempatan bagi tiap orang, itulah hal yang selalu beliau katakan tiap kali ada yang menyakiti beliau," kenang staf yang kesehariannya bekerja di ruang utama kantor bupati.

Sering pula Petrus Fatlolon, membagikan makan siangnya, yang sudah disiapkan Istri Tercinta, Ny. Joice Fatlolon/Pentury, kepada para staf di ruangan. Sisi lain dari Pak Piet ini yang tidak diketahui orang banyak, bahkan masyarakat dimana dia mengabdi, kalau pimpinannya itu suka membantu diam-diam staf atau pegawainya yang kesusahan. Bahkan dirinya tak segan-segan melunasi hutang atau kredit pegawainya.

Masih banyak cerita humanis tentang sosok lelaki yang sangat kebapakan ini.
Berita Terkait
Berita Lainnya