,
30 April 2019 | dibaca: 354 Kali
Bambang Indriyanto:
"HIKKAPI Tidak Ingin Jago Kandang"
noeh21

Jakarta, Skandal

Sebagai tuan rumah Munas ke-IV Himpunan Kontraktor Perkeretaapian ( HIKKAPI) acungan jempol patut diberikan kepada Bambang Indriyanto. Lelaki paruh baya yang tetap fit dan energik ini menjamu para peserta Munas nyaris paripurna.




Sentuhan wong Yogyakartanya begitu kentara. Ia menyapa ramah setiap peserta. Senyumnya tak pernah lepas.

"Ada yang bisa saya bantu mas," sapanya pada peserta Munas dari seluruh DPD HIKKAPI.

Namun, keramahan khas Yogya-nya dalam membangun hubungan, bisa berubah galak saat bicara organisasi. 

Lihat saja saat pemandangan umum. Bambang, begitu sapaan akrabnya, jadi vokalis. Dia mengkritisi laporan pertanggungjawaban Ketua Umum, Ir. Abdurahman, dari soal "kabinet" kepengurusan, uang kas, membangun aliansi dengan regulator dan operator.

"Ke depan, khususnya di kepengurusan periode 2019-2023, saya berharap HIKKAPI kembali ke khittah saat  didirikan," jelasnya bersemangat.

Khittah itu, salah satunya, membangun aliansi strategis, sekaligus dapat mengimplementasikan kebijakan-kebijakan regulator. 





"Nah itu yang harus dilakukan," tegas Bambang dalam bincang-bincang saat makan malam seusai Munas pada awak media.

Hanya saja, membangun aliansi dengan pemangku kepentingan, bukan sekadar sowan, audiensi dan silaturahmi. Melainkan dengan profesionalitas dan kualitas.

Sekadar gambaran, lelaki asal Yogya ini, menyebut  mengerjakan proyek harus tepat waktu, berkualitas dan berdaya guna.

"Tanpa kualitas dan profesionalitas, aliansi yang dibangun akan rapuh," jelasnya. 

Maka, Bambang menyambut antusias "haul" HIKKAPI melakukan sertifikasi kepada anggota, maupun para pekerja di sektor perkeretaapian. Terlebih menyambut AFTA da MEA yang sudah berjalan.

Bahkan, sertifikasi itu juga, menurut dia, berguna bagi HIKKAPI untuk go internasional. Dia memberi contoh soal BUMN yang mempunyai gawean di luar negeri.

"Kan alangkah eloknya bila pekerjanya didatangkan dari HIKKAPI," ujarnya tertawa. 

Jadi, tambahnya, HIKKAPI tak salah bila bersinergi dengan BUMN  yang bersentuhan dengan kereta api.

Dengan begitu, jika soal internal diberesi, khususnya peningkatan profesionalitas dengan sertifikasi, HIKKAPI tidak lagi jago kandang. Melainkan lewat sinergisitas dengan BUMN, bisa merambah ke luar negeri.

"Masak sih orang luat masuk sini, kita juga masih main lokal. Kan kuenya makin kecil. Maka HIKKAPI pun harus go internasional," paparnya mengakhiri obrolan. (Ian)
Berita Terkait
Berita Lainnya