,
30 Januari 2020 | dibaca: 792 Kali
Anthony Siagian SH, Revitalisasi Monas Belum Mendesak
noeh21


Jakarta, Skandal


Anthony Siagian SH menilai revitalisasi Monas saat ini belum mendesak, apalagi urgent. 

"Biarkan Monas menjadi ruang terbuka, pepohonan sekaligus resapan buat air," jelas pengacara ini pada Skandal.

Sebaliknya, menurut dia, problema Jakarta masih banyak yang perlu ditangani secepatnya. "Saya pikir, banjir dan kemacetan lalu lintas perlu diatasi secepatnya, ketimbang harus Monas," tuturnya.

Terlebih, biaya revitalisasi itu menelan anggaran Rp 71, 3 miliar. "Uang itu tidak kecil. Kenapa tidak perbaiki sungai atau memperbaki dranase Jakarta," jelas Anthony yang mengaku setuju proyek tersebut dihentikan.

Bahkan, tambahnya, dana sebesar itu bisa digunakan untuk membuat ruang terbuka sebagai daerah resapan macam Monas, ditumbuhi tanaman yang rindang, sehingga bisa menjadi "paru-paru" ibu kota.

"Saya pikir kalau digerakkan menanam sejuta pohon di Jakarta, warga akan menyambut antusias," papar pengacara yang kini menjadi pengacara warga korban pembangunan stadion BMW.

Jadi, pintanya, gunakan dana revitalisasi Monas pada hal-hal yang mendesak. "Jangan menggunduli Monas yang sudah baik, justru ciptakan Monas-Monas baru buat warganya," jelas Anthoni.

Di pandang dari segi hukum atau prosedural yang berlaku selama ini, terutama para pemimpin DKI Jakarta sebelum terkait Revitalisasi Monas dinilainya  saat ini tidak memberi contoh yang baik bagi rakyat Jakarta

"Tanpa izin terlebih dulu ke Pemerintah Pusat, dalam hal ini Mensekneg sudah langsung merevitalisasi Monas," ujarnya. Hal ini memberi contoh tidak baik bagi warga Jakarta agar taat hukum.

"Seyogianya itu tidak perlu terjadi. Berilah contoh yang baik agar warga taat pada hukum," ujar Anthony berulang-ulang. (Bekti)


 
Berita Terkait
Berita Lainnya