,
07 Desember 2017 | dibaca: 204 Kali
Kepala Pasar Inovatif
Eko Purwanto, Raih 3 Penghargaan Setahun
noeh21
Eko saat menerima penghargaan
Bicara soal pasar, bagi Eko Purwanto, bukan hanya sekadar tempat transaksi pedagang maupun pembeli. Lebih dari itu, ada keberagaman karakter. Ada keras, lembut, tempramental dan sebagainya. Semua itu dtentukan oleh asal muasal lingkungan.
 
“Sudah jadi menu sehari-hari menghadapi keberagaman karakter,” jelas lelaki yang akrab dengan panggilan Eko.
 
Karena terbiasa menghadapi macam karakter, Eko seakan mengetahui “celah” menghadapi setiap orang. Ia juga menjadi lawan bicara yang enak. Lho buktinya, saat ngopi bareng dengan Prabowo Soenirman, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, bicara tetap lancar. Tidak ada terlihat rasa pakewuh. Apalagi, lawan bicaranya saat itu, mantan “orang pertama” di PD Pasar Jaya, sekaligus mantan bosnya sendiri.
 

Eko

“Meski sudah pisah, kita tetap berkomunikasi. Tetap menjaga silaturahmi,” ujarnya, menyebut kunci rahasianya. Ia pun melontarkan joke-joke yang segar. “Pak Prabowo kan sekarang anggota dewan, ya beliau kan wakil saya,” jelasnya tertawa, seraya menepuk paha Skandal.
 
Suasana pun makin cair. Saking cairnya, Eko yang meniti karir dari bawah di PD Pasar Jaya pun, bercerita soal mengelola pasar. Maklumlah, banyak yang menyebut, Eko sebagai kepala pasar yang inovatif. Lho buktinya, lelaki kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, ini dalam setahun saja, mampu mengkoleksi tiga penghargaan.
 
Pertama, dibawah kepemimpinannya, Pasar Koja Baru menyabet penghargaan Standar Nasional Indonesia (SNI). Kedua, peraih nilai tertinggi Adipura se-Jakarta Utara. Ketiga, finalis terbaik kategori pasar rakyat perusahaan daerah (BUMD) di 2017.
 
“Itu semua tergantung kita sebagai kepala pasar. Bagaimana kita menyikapi keberagaam karakter, baik pembeli maupun penjual?” ujarnya memberikan kiat, sekaligus memberikan motivasi masalah itu sebenarnya tidak ada, tergantung kita menyikapinya.
 
“Jadi, yang menjadi masalah itu, kalau kita salah menyikapinya,” jelasnya tertawa, layaknya motivator Mario Teguh. Di sinilah, katanya, pentingnya memahami karakter setiap orang dan pendekatannya, termasuk komunikasi.  Tanpa itu, sulitlah menjalin team work antara pedagang, pembeli dan pengelola pasar. Apalagi mewujudkan sebuah mimpi pasar yang nyaman, bersih dan pelayanan memuaskan, baik pedagang dengan pembeli, maupun pedagang dengan pengelola pasar.
 
Memulai mengabdi di PD Pasar 1999, sudah 6 pasar dinakhodai. Ia juga tercatat pernah menyandang Kepala Pasar Termuda di 2007.   Berkat keuletannya,  pasar Koja Baru mendapat anugerah pancawara dan  inovasi kategori pengelolaan sarana dan prasarana pasar secara sinergi.             
 
Toh begitu,  lelaki murah senyum ini, emoh sesumbar. Apalagi membusungkan dada. "Semua ini  berkat partisipasi semua pemangku kepentingan, terutama para pedagang. Arahan dan bimbingan atasan berperan penting menggapai keberhasilan" papar Eko tersenyum.         
 
Obsesinya ke depan, pria bertubuh jangkung ini ingin terus berbuat untuk  Pasar Jaya. "Saya sudah enjoy di pasar. Apapun tugas yang diberikan atasan, siap saya laksanakan dengan semangat menggelora. Saya akan mengabdi sampai akhir hayat,” kilah Eko.
 
Sementara mantan sang bos, Prabowo yang duduk di sampingnya cuma tersenyum. Ia pun   memberi acungan jempol. “Hebat lu sekarang," kilah Prabowo memuji Eko. (Umang).
Berita Terkait
Berita Lainnya