Tutup Menu

Suku Bunga DD Malra Diduga Ditampung Di Rekening Cash Daerah (Cashda)

Senin, 10 Mei 2021 | Dilihat: 376 Kali
    
Malra, Tabloidskandal.com
Salah satu oknum PT. Bank Maluku Malut Cabang Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara kembali membeberkan tiap perkembangan dan nilai suku bunga dari Dana Desa (DD) yang begitu gejolak dipertanyakan dan memanas diperbincangkan publik saat ini.

Pasalnya selama kurun waktu 5 lima bulan (Mei 2021), anggaran Milyaran ini belum juga dicairkan. Padahal, Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara resmi telah mengumumkan pencairan Anggaran tersebut sejak Februari 2021 melalui melalui media cetak dan elektronik dan saluran TV Swasta maupun Nasional di seluruh Indonesia.

Pada saat ditemui disela-sela kesibukannya, Oknum Staf BPDM Cabang Tual dan Maluku Tenggara ini mengakui bahwa suku bunga dari DD ada, dan diduga ditampung di Cash Daerah (Kashda).

"Kebetulan Dana Desa ini baru dicairkan bersamaan dengan THR dengan, pokoknya hal-hal semua," bebernya di Langgur belum lama ini.

Oknum berinisial (M) ini mengatakan mekanisme pengaturan dan peredaran uang ini kan sudah diatur apalagi kan sekarang sudah ada khas titipan Bank Indonesia di BRI.

"Jadi, disetiap kali. Artinya bahwa ketika SP2D pada saat dikeluarkan katong baru bisa menghitung kira-kira seberapa besar kebutuhan pembayaran yang harus katong lakukan dengan uang tunai itu baru katong bisa bikin permintaan di kearsipan." ujarnya

Kebetulan, kearsipan ini khas titipan Bank Indonesia yang sekarang jadi pengelolanya itu Bank BRI, nah Dananya itu, Dana Desa itu memang masuk lewat Bank Maluku.

"Menyangkut berapa besar Dana yang masuk di Bank Maluku yang dia harus dibayarkan di Bank Maluku sampai sekarang sudah ada SP2D yang dikeluarkan untuk pembayaran Dana Desa dari Bank Maluku. Tapi pembayaran Dana Desa itu sendiri dibayarkan bukan cuma ansensinya di Bank Maluku tapi dia juga ada dibayarkan di Bank BNI dan BRI." terangnya dengan perlahan.

Ia menjelaskan kalolau yang dikeluarkan pada periode pertama pada minggu ini itu Dananya semua katong RTGS ke BRI.

"Jadi artinya bahwa rekening Desa itu dia ada di BRI (di Bank lain istilahnya lah). Sementara yang ada di Bank Maluku ini baru dijeluarkan kemarin dan hari ini kalo seng salah dan itu baru bisa katong bayarkan hari senin nanti karna katong baru bikin permintaan pembayaran tunainya itu hari ini." sebutnya, gugup.

Sementara itu pada Februari 2021 lalu, KPPN Tual telah meluncurkan Anggaran senilai 11 Milyar lebih ke Bank untuk disalurkan ke rekening Desa. Nanum diduga anggaran tersebut sengaja ditahap agar mengendap dan menghasilkan suku bunga sebelum dicairkan pihak Desa.

Ketika disinggung soal suku bunga dari dana transfer yang disalurkan KPPN Tual, yang bersangkutan mengatakan untuk Kabupaten Maluku Tenggara ada tetapi menyangkut seberapa besar bunganya itu beta seng bisa kasih tau.

"Begini pak uang itu, dana itu disalurkan bukan langsung ke rekening, kalo lewat KPPN memang lewat rekening Dana Desa karna setiap kali ada bunganya pak.

Di katong punya ini kan menyangkut dengan bunga tapi cuman mekanisme ini bt harus cek karena di bunganya itu dia lari kemana. Itu musti bt cek karna di bunganya itu dan dia lari kemana?," Pinta (M).

Sehubungan dengan itu, 192 Desa/Ohoi di Kabupaten Maluku Tenggara juga telah dikonfirmasi terkait perkembangan suka bunga rekening keuangan dari masing-masing Desa/Ohoi yang sama sekali tidak bernilai. 

"Kalau menurut beta dari sisi perhitungan ya, kenapa seng ada bunga? karna  dana masuk langsung ditarik tidak mengendap di rekening. Yang dananya mengendap di rekening itu kalau misalnya Dana Desa dari APBD dia akan mengendap dan ada di rekening kashda." terang dia (M).

(M) memaparkan, sementara untuk kebiasaan karakteristik dana desa yang masuk ke rekening sampai ke rekening desa, hari ini masuk paling lambat paling cepat itu dua hari itu sudah langsung ditarik jadi seng bisa dapat perhitungan bunga dalam satu bulan.

Akan tetapi faktanya yang terjadi setiap pencairan Dana Desa turun ke Ohoi tidak pernah melewat satu bulan tetapi kadang melebihi 2-3 bulan baru dilakukan pencairan.

Dikatakan, kalau soal itu dia (Suku Bunga) masuk di Kashda boleh pak. Karna kalau di kashda, kebiasaan dulu itu masuknya di kasda. Kalau pak bicara tentang dana yang dulu itu masuknya di kasda di rekening kasda pak bukan tekening desa nanti dia lewat SP2D dicairkan

Sementara itu untuk tahun 2021 ini anggarannya disalurkan melaui KPPN, untuk itu (M) memastikan kalau anggaran Dana Desa masuk melalui KPPN maka dana tersebut akan langsung dicairkan pihaknya dari Bank.

Selain itu, diduga dana yang disalurkan dari KPPN ke Bank sering terjadi penahanan karna setiap pencairan ketika kesana melakukan pencairan selalu dibilang belum belum belum. Sedangkan menurut informasi dari pihak KPPN bahwa dana itu sudah disalurkan ke Bank-Bank. Dan kalau uangnya masuk di Bank bunganya ada dimana ini? 

"Kalau bunga dalam perhitungan ini pak, kan kalo seng sampai 1 bulan kan seng bisa dihitung bunganya." Jawab (M). 

Ia menyadari bahwa bahwa dari BPDM sama sekali tidak mengetahui anggaran Dana Desa yang disalurkan ke Bank tersebut.

"Dari bulan 2 sampai bulan 5 ke Bank iji masuknya ke rekening mana, Bank apa ya? Mohon dikonfirmasi lagi ke KPPN. Maksudnya, Dana Desa ini disalurkan ke bank ke rekening mana kalo ke rekening Desa katong akan cari tau to. Tapi kalau kasda maksudnya begini pak, yang ini katong mangarti tapi mekanisne di Bank itu pak yang KPPN salurkan dana ini betul dong salurkan tapi dia masuk rekening mana?

"Kalau misalkan KPPN salurkan langsung ke rekening Desa itu biasanya Desa su dapat tahu dorang langsung datang ambil pak, jadi memang seng ada perhitungan bunga disitu." tegasnya.

Sambung dua, begini kalau lewat SP2D uangnya ada di kasda dlu pak baru dia masuk ke rekening Desa. "Jadi perjalanannya begini bt gambarkan sipaya bapak tahu kalau lewat APBD dana desa ADO itu dia dari rekening kasda ke dia langsung masuk ke rekening Desa dan itu selalu terjadi pada saat dari kasda ke rekening desa katong belum pembukuan lay disini lay dong dari desa su datang pengambilan." urainya.

Ditambahkan, mentara dana dari kppn, itu mohon maaf tolong konfirmasi lagi ke KPPN dana yang disalurkan masuknya dari rekening mana karna katong ini kan hanya menerima Dana.

"Setahu beta itu untuk tahun 2021 ini dia katanya langsung masuk ke rekening Desa, tapi selalu kebiasaan yang terjadi kalau misalkan dia su masuk di rekening desa itu langsung ditarik. Tapi yang kita heran, kita juga baru tahu bahwa ada Dana Desa baru jalan, sudah jalan lewat KPPN." ujarnya keheranan.

"Kita juga baru tahu Dana Desa dari KPPN  sudah jalan dari februari, yang saya tahu itu dana ADO yang masuk dalam minggu ini dan itu sudah ditarik semua." tambahnya.

Diduga terdapat indikasi sebuah kejahatan yang dilakukan. Karna ketika disalurkan ke rekening Desa berarti ketika pada saat SP2D keluar maka langsung penarikan dan diambil uangnya.

"Kalau ADO biasanya begitu, kalau tahun kemaren KPPN kasih jalan dana desa masuk ke rekening desa langsung desa datang tarik itu katong layani dan tetap harus katong layani begitu. Kalau Kasda itu lewat APBD lewat kewenangan pemda dia mau cairkan sesuai jadwanya dia." bebernya.

Tetapi menyangkut dengan informasi yang disampaikan bahwa KPPN sudah meluncurkan dana dari bulan Februari saudara (M) juga baru tahu. Sebab kalau dari bulan Februari kalau misalkan desa su tahu dong pasti datang ambil.

Resmi diumumkan Februari 2021 namun masuk bulan 5 (Mei) kok Dana Desa belum cair lalu 11 Milyar sekian yang sudah disalurkan ke Bank itu suku bunganya dimana?

"Mekanisme peredaran dana desa dulunya dia masuk lewat Kasda pak baru disalurkan. Tapi sekarang sudah lewat KPPN dan langsung ke rekening Desa dan yang terjadi di tahun lalu itu ketika KPPN menyalurkan Dana di rekening Desa masing-masing itu satu dua hari saja akan mengendap, desa su langsung ambil tunai, kalau ADO biasanya begitu" tutup.
(M).

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com