,
26 Maret 2018 | dibaca: 355 Kali
Periksa Puan, Uji Nyali Buat KPK
noeh21
Jakarta, Skandal

Nyanyian Setya Novanto di persidangan mendapat respon positif dari Presiden Joko Widodo.

 Dua menterinya yang "dinyanyikan" dapat "rezeki haram" E-KTP, Puan Maharani dan Pramono Anung masing-masing 500 ribu dolar, silahkan diperiksa oleh KPK.





"Negara kita negara hukum. Kalau ada bukti hukum, ada fakta hukum, ya diproses saja," jelas Jokowi pada awak media di gedung Kementerian Sekretariat Negara.

Meski diberi lampu hijau, namun banyak pihak rada-rada pesimis KPK punya nyali memeriksa Puan dan Pramono. Maklumlah, keduanya bukan "kelas pinggiran" di kandang banteng. Lebih-lebih Puan Maharani, banyak disebut sebagai pewaris sang bunda, Megawati Soekarno Putri.

"Saya khawatir ketiks KPK serang ke partai pendukung pemerintah akan terjadi kriminalisasi ke KPK dan komisionernya," ungkap Pipin Sopian, Ketua Departemen Politik DPP PKS dalam sebuah diskusi di kafe bilangan Jakarta Pusat Sabtu lalu.

Belum lagi solidaritas sesama kader. Lihat sikap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto setelah "kicauan" Setnov. 

Hasto menyebut ketika kasus E-KTP bergulir, partainya adalah oposisi. Bukan penguasa seperti Demokrat. 



Lalu, Masinton Pasaribu, menyebut "kicauan" Setnov tak ubahnya drama. Maklumlah, dari sakit-sakitan, kabur hingga bengkak sebesar bakpau, terus dilakukan mantan Ketum Golkar ini demi menghindari pemeriksaan. Malah penyebutan Puan dan Pramono sebagai bagian dari justice collaborator yang diajukan Setnov.

Yang jelas, ketika kasus itu bergulir, jabatan Puan sama dengan Setnov: Ketua Fraksi. Sedang Pramono Wakil Ketua DPR. Lagipula, kasus E-KTP lintas partai. Ada Golkar, Demokrat dan PDIP, Hanura dan sebagai.

Cuma, karena Puan putrinya Bos "petugas partai Jokowi" yang membuat auranya berbeda. Bukan mustahil, menyentuh Puan, angin puyuh pun bakal menerpa KPK. Abraham Samad, Bambang W, Abraham Samad, dan Chandra Hamzah dan   Antasari bukti-bukti pahitnya "bersentuhan" menegakan hukum pada penguasa (ian)
Berita Terkait
Berita Lainnya