,
27 Februari 2018 | dibaca: 503 Kali
Info Buat Prabowo
Kader Gerinda di DPRD Lotim Diduga Tipu Wong "Guru" Cilik
noeh21
Suyanto dan istrinya

Lotim, Skandal

Salah seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) diduga telah melakukan penipuan terhadap  salah seorang pensiunan guru SMP, Suyanto.

Oknum kader partai itu, yang diketahui berinisial KA, menjanjikan pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang direkrut di pusat, tapi  di tugaskan di   Kabupaten Lombok Timur (Lotim).  

Bukti transfer Rp 65 juta

"Jadi dia menjanjikan Bisa tugas di Lombok Timur," beber  Suyanto dan istrinya saat di konfirmasi   Skandal di kediamannya di Kenaot, Sabtu 17/2/2018.

Menurut Suyanto, ceritanya berawal oknum KA bersama istrinya - PNS di sebuah Kantor Camat, datang ke rumahnya untuk meminjam uang sekitar Rp 5  juta.

"Cuma, uang sebesar itu saya tidakb punya," kenangnya saat itu. Ia mengaku hanya punya Rp 4 juta.

Meski kurang, namun karena membutuhkan, oknum DPRD yang juga Sekretaris Fraksi itu meminjam Rp 4 juta.

Oknum DPRD Gerindra

"Setelah itu, entah kenapa, beliau menawarkan agar anak kami  mengisi berkas untuk jadi calon Pegawai Negeri Sipil pusat (CPNS)," tambah Suyatno, seraya mengaku menolak tawaran tersebut. 

Tapi KA, oknum anggota DPRD  bersama istrinya  terus membujuk dan mengiming - imingi. Keduanya meminta agar korban  yang muluk-muluk dan jangan ragu dan khawatir. "Alasannya, ini jatah KA sebagai anggota DPRD," ungkap Suyatno menirukan bujuk rayu KA dan istrinya.

Selain membujuk, kedua oknum tersebut, terutama istrinya  mendesak  agar mengiyakan tawaran mereka.

"Akhirnya, kami luluh, menyanggupi tawaran tersebut," kenang Suyanto.

Apalagi KA dan istrinya berjanji jika ada kegagalan semua uang  akan di kembalikan.

Setelah anaknya mengisi berkas,  juga diberikan pengumuman  berlambang burung garuda dengan  bertuliskan Badan Kepegawaian Negara Jakarta nomor 5 tahun 2015 tentang Pengumuman No 4 tahu 2014  / 2015. Soal Pemanggilan Peserta.

"Akibatnya kami makin yakin," tambah Suyanto.

Jeda beberapa hari, oknum DPRD KA  berangkat ke jakarta dengan dalih untuk mengurus semua perlengkapan dan persyaratan yang di butuhkan. "Ketika berada di Jakarta, oknum KA minta di trasferkan uang melalui bank BNI sebesar Rp.65 juta  ke rekeningnya.  

Walau pinjam sana sini, Suyanto menstransfer uang sesuai permintaan, 
 tanggal 22/12/2014 pada pukul 15:06:09 WITA. sejumlah Rp.65 juta.

"Uang tersebut tidak bisa ditunda sampai besok,  sehingga hari itu saya tidak bisa makan karena  lupa," paparnya.

Ternyata, meski uang sudah ditransfer, sampai tulisan ini diturunkan, janji manis oknum KA belum juga terealisir. "Boro-boro kerja, meminta uang dikembalikan sesuai janjinya saja tidak bisa," ungkap Suyanto.

Bahkan, ketika ditagih, KA bersikap arogan, tidak mencerminkan seorang wakil rakyat dari Gerindra yang dikenal dengan kerakyatannya. 

KA selalu mengaku dirinya dilindungi negara dan aparat negara. "Laporkan saya ke polisi. Lapor saja ke mana kamu mau melapor," ujar Suyanto menirukan ucapan arogannya KA

"Kok, tega-teganya dia menipu saya yang wong cilik," ujarnya menahan tangis, membayangkan uangnya sebesar Rp 69 juta tidak jelas. 

Suyanto berharap agar DPP Gerindra, khususnya Prabowo Subianto dapat membantu persoalannya, termasuk mengusut tuntas oknum KA yang telah merusak citra Gerindra.

Kepada Skandal, KA membenarkan anaknya Suyanto akan diusulkan jadi PNS yang ditugaskan di Lombok Timur.

"Tapi saya telah ditipu oleh oknum mafia calo di Jakarta yang bernama H. Herman dari Bima," ujarnya. 

KA menyebut  tiga berkas yang dibawanya - anak Suyanto, anaknya sendiri dan anak misannya, ke Jakarta juga tak jelas nasibnya.

"Jadi, kita sama sama rugi," pungkasnya enteng pada Skandal. (MA)
Berita Terkait
Berita Lainnya