,
29 Januari 2020 | dibaca: 610 Kali
Isyu Poligami Eselon Satu di Kemenhub Makin Kuat
noeh21

Jakarta, Skandal

Isyu dugaan eselon 1 Kementerian Perhubungan makin menguat, menyusul terhapusnya akun Instagram https://instagram.com/saviraaffandi.

 Akun tersebut tak dapat diakses lagi, sehari setelah pemberitaan Skandal,  Laporan Buat Menhub, Kepala KIP Bungkam Soal Dugaan Poligami Eselon Satu, pagi 27/1. Cuma malam harinya, 27/1, instagram itu tak bisa diakses. Hanya hitungan jam akun tersebut raib di dunia maya.

Kabiro KIP, Henky Angkasa


Tak bisa diaksesnya Instagram itu, banyak menyebut, tak lepas dari berita tersebut, terutama upaya menyembunyikan jejak istri kedua eselon satu tersebut.

"Jika benar menikah sesuai prosedur mengapa harus panik dan sampai menghapus akun media sosialnya. Atau memang, jangan-jangan istri keduanya tidak terdaftar, alias tidak dapat restu dari atasan maupun istri pertama," jelas sumber.

"Kalau tercatat, kenapa bingung," tambahnya lagi.

Terungkapnya isyu poligami itu, lagi-lagi berkat media sosial. Bermula dari berita online bertajuk "Pejabat Waras Layak Ditauladani" yang dilansir dari Portal Islam id, menyebukan perempuan inisial SKA sebagai istri yang memiliki suami seorang pejabat eselon 1 Kemenhub yang sederhana dan bertanggungjawab.

Padahal, data lain membeberkan pejabat eselon satu itu, telah memiliki istri berinisial "PM", berkarir di sebuah kementerian. Gelarnya dari mulai S1, S2, hingga S3.

Sayangnya, dua fakta dalam jejak Media Sosial itu, tak pernah digubris oleh Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik (KIP), Henky Angkasa. 

Dia berkelit, tak mau melayani asumsi maupun urusan personal, sehingga uji konfirmasi itu sampai tulisan ini diturunkan belum ada jawaban.

"Henky lupa, asumsi itu tetap dari fakta. Cuma, karena abu-abu, fakta itu harus diclearkan. Nah, karena menyangkut kementerian, itu tugas Humas mengclearkan. Dia yang harus membranding kementerian tersebut. Bukan bungkam," jelas lawyer Joseph Hutabarat SH, MH.

Selain itu, Henky juga lupa, masalah poligami kendati sifatnya pribadi, terlebih eselon satu, punya aturan main bagi setiap ASN (Aparatur Sipil Negara).

Lho buktinya, Ketua Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, baru-baru ini menjatuhkan hukuman berupa Pemberhentian dengan Hormat Tidak Atas Permintaan Sendiri (PDHTAPS) alias memecat 73 pegawai negeri sipil (PNS).

"Dari jumlah itu di antaranya, tercatat lantaran poligami. Jadi, keliru kalau dia tidak menjawab uji konfirmasi Skandal," lanjut Bang Joseph, demikian panggilan akrabnya.

Meski diliputi gonjang-ganjing Isyu poligami eselon satu, Menhub Budi Karya Sumadi tetap melantik pejabat eselon satu di kementerian tersebut. 

Mereka yang dilantik, antara lain Novie Riyanto Dirut Airnav Indonesia didampuk menjadi Dirjen Perhubungan Udara, menggantikan Polana B Pramesri yang dilantik menjadi Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek.


Djoko Sasono, tidak dilantik, tetap jadi Sekjen Kemenhub


Umiyatun Hayatu Triastuti kembali memimpin Balitbanghub, disusul Bambang Prihantono dilantik menjadi Staf Ahli Menhub bidang Ekonomi Kawasan dan Khusus. Sedang Praminto Hadi Sukarno menjadi Staf Ahli.

I Gede Pasek dipercaya menjadi Irjen mengisi posisi yang beberapa bulan terakhir pemimpin sebelumnya purna tugas.

Sementara Sekretaris Jenderal Kemenhub, tetap didaulat oleh Djoko Sasono. (Tim)
Berita Terkait
Berita Lainnya