,
09 Desember 2017 | dibaca: 920 Kali
Gatot – Anies Rival Jokowi di Pilpres Mendatang
noeh21

Setelah tidak menjabat Panglima TNI, Jenderal Gatot Numantyo baru membuka suara soal seputarnya dirinya yang akan diusung menjadi Presiden maupun Wakil Presiden. Ia tak akan menampik jika ada partai politik yang akan meminangnya.

“Jika mau dipinang, yang pinang saja,” jawabnya kepada awak media, usai menghadiri pelantikan pelantikan  Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantian dirinya.

Padahal, ketika ditanya hal-hal seperti itu, Gatot selalu tidak menanggapi. Ia selalu berkilah masih menjadi perwira aktif, yang pensiunnya Maret 2018. Banyak yang menyebut, sosok perwira asal Tegal, Jawa Tengah ini, disebut-sebut sebagai  wakilnya Jokowi dalam Pilpres mendatang. Duet mereka sudah digadang-gadangkan oleh beberapa partai dan tokoh-tokoh politik.

Namun, dengan pensiunnya dipercepat, “hajatan” menduetkan Jokowi – Gatot pun bubar di tengah jalan.   Ada yang menyebut, percepatan itu lantaran Gatot disebut-sebut loyalis Prabowo Subianto, rival Jokowi dalam Pilpres mendatang. Ataupun, kedekatannya dengan kalangan islam, khususnya kepada mereka yang banyak menonjolkan politik identitas.

Spekulasi itu begitu santer. Apalagi, percepatan pensiun Gatot  hanya berselang beberapa hari setelah Reuni 212 sukses menggelar acaranya di Monas. Banyak yang menyebut, Gatot sangat dekat dengan massa 212. Lebih-lebih saat menjelang Pilkada Jakarta lalu, Gatot dinilai melakukan pembiaran berkembangnya politik identitas yang berbau SARA, suatu hal yang dijauhi oleh TNI.


Jenderal Gatot bersama ulama dan habaib

Akhirnya, Ahok yang semula berada di atas angin, tumbang. Ia kalah telak dengan pasangan Anies-Uno, lalu vonis bersalah dari hakim mengantarkannya ke balik jeruji. Sampai saat ini Ahok masih mendekam di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok.

Realitas tersebut, ditambah lagi soal isyu bangkitnya PKI dan Gatot “mewajibkan” para prajuritnya menonton Film G.30S/PKI, membuat pelbagai kalangan haqqul yaqin Gatot bakal diusung oleh Gerindra dan PKS. Ia disebut-sebut bakal menjadi Wakilnya Prabowo dalam pertarungan Jilid II melawan Jokowi.

Namun, pendulum politik menjelang pergantian Panglima TNI, begitu cepatnya berubah. Gatot diperkirakan bakal menjadi orang pertama, menyusul sikap Prabowo yang melunak sebagai RI 1. Faktor usia dan kenegarawannya, mantan mantu penguasa Orde Baru ini, akan melapangkan Gatot menjadi Capres.

Siapa pasangannya? Tak lain adalah Anies Baswedan, mantan menteri Jokowi, yang sukses mengusung politik identitas. Maklumlah, Anies selain cerdas, akademis, juga menjadi ikon di kalangan kelompok 212. Lihat saja, ketika reunian 212, Anies hadir dan memberikan restu “teritorial” Monas dijadikan tempat berlangsungnya acara. Bukankah keduanya sudah akrab dalam kelompok 212, sehingga Ahok yang sebelumnya bakal disandingkan dengan Jokowi berantakan di tengah jalan.

Lagi-lagi, dalam politik segalanya bakal berubah. Maklumlah, dalam jagad politik, tak ada lawan abadi, kecuali kepentingan. (ian).....
 
 
Berita Terkait
Berita Lainnya