,
18 Februari 2018 | dibaca: 234 Kali
Faisal Assegaf: Ahok Lebih Kesatria Dibanding Habib Rizieq
noeh21


Habib Rizieq Shihab selalu dikonotasikan heroik. Dia simbol perlawanan terhadap kezoliman. Lebih-lebih jika menyangkut Islam.

Basuki Tjahaja Purnama, atau akrab dengan sebutan Ahok, merasakan pil pahit. Bukan hanya kalah di Pilkada Gubernur DKI, juga meringkuk di penjara. Ahok divonis bersalah menista Al Qur'an, khususnya Surat Al Maidah ayat 51.

Namun tidak demikian dengan Faisal Assegaf, aktivis 1998 yang kini menjadi Presidium 212.

Dia menilai Rizieq seharusnya meniru seterunya Ahok, tidak lari dalam menghadapi persoalan hukumnya. Apalagi bersandar kepada pengacara maupun mobilitas massa.

"Dalam satu sisi Ahok lebih kesatria dibanding Rizieq," ujar Faisal, seperti ditulis TEMPO.CO, kemarin. 

Alasannya, lanjut Faisal, karena Ahok menyelesaikan persoalan hukumnya lewat pengadilan yang memutuskan. "Kita harud belajar dari kasus penistaan agama," ujar Faisal.

Penilaian tersebut dilontarkan Faisal, menyusul kabar kepulangan habib Rizieq ke Tanah Air 21 Febuari mendatang.

Habib Rizieq pulang, menurut Sekjen FPI, Noval Bamukmin, karena banyaknya kasus penyerangan terhadap tokoh agama akhir-akhir ini.

Seperti diketahui, Rizieq berada di Arab Saudi pertengahan tahun lalu, setelah terbelit beberapa kasus. Salah satunya terjerat pornografi bersama Firdha Razak dan penghinaan lambang negara di Mapolda Jawa Barat.

Menurut Faisal, isyu kepulangan Habib yang bermukim di Petamburan, Jakarta Barat ini, seharusnya untuk menyelesaikan kasus hukumnya. Bukan dipolitisir. Apalagi sampai menimbulkan kegaduhan.

Sebagai Presidium 212, Faisal siap berdiri di depan untuk melawan jika kepulangan Habib Rizieq  isyu yang bergulir untuk memecah bangsa dan kegaduhan di tahun politik.

Faisal juga mengingatkan, seorang ulama tidak bersandar dengan bisik-bisikan atau mobilisasi massa, namun berdasarkan hal yang diyakini dengan kebenaran.
Berita Terkait
Berita Lainnya