,
23 Oktober 2018 | dibaca: 24 Kali
Budi Karya Sumadi Beri Pencerahan Di Munas IPJI
noeh21

IJakarta, Skandal

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hampir dipastikan akan memberikan pencerahan pada Musyawarah Nasional IV Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) yang di gelar 27-28 Oktober 2018 di Hotel Grand Cempaka Jakarta.   

"Sepertinya pak menteri sudah oke menjadi bagian dari IPJI," ungkap Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Investasi Transportasi Prof Wihana Kirana Jaya kepada pengurus DPP IPJI, antara lain Ketua Umum Taufiq Rachman, Waketum Lasman Siahaan dan Ketua Hubungan Antar Lembaga, Marlon Brando.



Mereka menemui Prof Winana Kirana di ruang kerjanya tadi siang, 23/19. 

Dalam pertemuan itu, Taufiq menceritakan suasana cukup santai. "Prof sangat welcome sama kita, seakan teman lama meski koridornya audiensi," jelas Taufiq.

Menurut Taufiq, kesiapan Menhub menunjukkan keberadaan IPJI telah diterima semua pihak, terutama peran sertanya dalam mendistribusikan pemberitaan hasil-hasil pembangunan. 

Terlebih di usianya ke-19 ini IPJI melahirkan Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) yang saat ini anggotanya mencapai 250 perusahaan dan  jurnalis online yang terhimpun di Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN), yang sudah tersebar di 31 propinsi.

"Itu juga yang disampaikan oleh Prof Kirana dalam audiensi tadi," tambah Taufiq pada Panitia Pelaksana (Panpel) yang diyakan oleh Marlon Brando.

Sebagai ilustrasi, Taufiq memaparkan Kemenhub dalam membangun Infrastruktur, baik udara, laut dan darat juga kereta api. Semua itu dalam rangka melayani masyarakat yang menjadi "roh" pemerintahan  Presiden Jokowi.

"Saya yakin, sekalipun sekarang media online marak, tapi belum seluruhnya terekspos. Di sinilah peran IPJI untuk mendistribusikan informasi pencapaian tersebut, termasuk MOI dan PWOIN," urai Taufiq.

Dia juga mengingatkan, pendistribusian itu berlaku bagi bidang lain - semua instansi pemerintah, sehingga IPJI dapat meminalisasi hoax yang menjadi bahaya laten di era digital.

Dilahirkan di Palembang, Budi Karya Sumadi punya sederet prestasi sebelum ditunjuk Presiden Jokowi, menggantikan Ignatius Jonan. Di antaranya membangun Terminal 3 Soekarno Hatta, ketika menjadi Dirut Angkasa Pura.             

Alumnus Universitas Gajah Mada ini, ketika menjadi Dirut Jakarta Propertindo berhasil merevitalisasi waduk Rio Rio dan membangun Rusun Marunda, dan juga kawasan perumahan Bintaro saat mengawaki PT Pembangunan Jaya.    

Selain Budi Karya, sejumlah tokoh akan ikut  pencerahan, antara lain Mayjen (Pur) Hendardji Soepandji, Laksamana (Pur) Tedjo Edhi dan Menko Polhukam Jenderal (Pur) Wiranto. Munas akan dibuka oleh Menkominfo Rudiantara dan ditutup Wakil Ketua BPK RI Prof Bahrullah Akbar (rel/Lian)
Berita Terkait
Berita Lainnya