Tutup Menu

Ni Luh Yulyana Dewi, Ramaikan Bazzar Kuliner HUT MIO Bali dan Anniversary BUPDA Desa Adat Kuta

Selasa, 20 Desember 2022 | Dilihat: 133 Kali
    
 

Pelapor : Jro Mangku Made Kute 
Editor: Ahdiyat

Tabloidsekandal || BALI | Pelaksanaan perayaan Anniversary BUPDA (Baga Usaha Pradruwan Desa Adat) Kuta, bekerjasama dengan organisasi Media Independen Online Indonesia (MIO INDONESIA) Provinsi Bali Ke-1, yang digelar selama 3 hari di Pantai Kuta. Yakni, mulai tangga 15 Desember hingga tanggal 18 Desember 2022 tersebut, berlangsung meriah. 

Rangkaian acara di perayaan tersebut, diisi dengan kegiatan sosial. Yakni, pembagian sembako gratis bagi masyarakat kaum marjinal, kegiatan donor darah, vaksinasi 3 Booster, pelepasan tukik (anak kura kura), dan menampilkan pagelaran seni musik tradisional maupun modern. 

Selain itu acara juga diramaikan dengan melibatkan ratusan para pelaku usaha UMKM untuk mempromosikan produk hasil karyanya guna mengisi tenda-tenda bazzar yang telah dipersiapkan oleh panitia pelaksana kegiatan.

Salah satu peserta yang turut mengisi  meramaikan Stand Bazzar di perayaan Anniversary BUPDA dan HUT  Media Independen Online Indonesia (MIO INDONESIA) Provinsi Bali Ke-1 tersebut,  adalah Ni Luh Yulyana Dewi, S. Ikom, Map  yang turut meramaikan stand bazzar itu dengan menyajikan makanan snack kekinian yang di-label dengan nama "Sangja Toast". 
 
Usaha dibidang kuliner "Sangja Toast"
yang saat ini tengah dikembangkan oleh Yuliyana, yakni sapaan akrab Ni Luh Yulyana  Dewi, telah dirintisnya sejak 25 Desember 2020, dengan menempati outlet yang berada di kawasan Jl. Legian dan tidak jauh letaknya dengan Grand Zero Monumen Bom Bali.

Perempuan enerjik yang mengaku tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah dicapainya itu, ia pun mengatakan bahwa usaha dibidang kuliner kekinian yang tengah digelutinya, memang perlu terus berinovasi mengikuti perkembangan pasar agar bisnisnya bisa terus survive.

"Segala sesuatu yang saya jalani hingga saat ini telah menempa saya menjadi pribadi yang terus berproses dan tidak menjadikan sosok pribadi yang cepat puas. Sebab, bagi saya dengan terus belajar dan mencoba hal-hal baru, saya yakin akan membentuk karakter kita di masa depan," ujar Ni Luh Yulyana Dewi, yang saat ini sedang menempuh pendidikan doktor (S3) di Universitas Brawijaya Malang pada Fakultas Ilmu Administrasi.

"Semua yang saya kerjakan, khususnya dalam bidang study, untuk menunjang karir saya sebagai Dosen di Universitas Pendidikan Nasional Denpasar (Undiknas) pada Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Jurusan Ilmu Administrasi Publik," bebernya 

Dipaparkan lebih lanjut olehnya, bahwa pekerjaan sebagai dosen yang dijalaninya sejak tahun 2015 hingga saat ini, diakuinya telah memberikan banyak pengalaman yang luar biasa yang dirasakan manfaatnya oleh Ni Luh Yulyana Dewi.

"Manfaat yang kita dapat tersebut, antara lain bagaimana dari pengalaman itu mengajari kita tegar berjuang untuk terus berproses dan terus belajar melakukan pengembangan diri dengan berkomunikasi yang baik serta bertemu dengan orang-orang baru untuk saling bertukar informasi dan pengalaman hingga akhirnya kita dapat bersama-sama melakukan inovasi baru terhadap perkembangan zaman. Selain itu, Ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan sering kali saya bagi dalam aktifitas tridharma saya sebagai seorang dosen," jelas Ni Luh Yulyana  Dewi.

Menarik memang sosok pribadi dari gadis desa asal Kuta Bali calon Doktor ini, awak media HINEWS pun jadi betah ingin terus berlama-lama berbincang dengannya, karena  memang dinilai sebagai teman bicara yang menyenangkan, familiar dan tentu saja omongannya pun berisi. Banyak manfaatnya.

Maka tidak mengherankan jika capaian prestasi yang telah diraih oleh wanita desa asal Kuta Badung  Bali ini juga seabreg.

Tercatat ada beberapa karya tulis hasil penelitian Ni Luh Yulyana Dewi, sebagai wujud pengabdiannya terhadap masyarakat yang telah terpublish dalam sebuah jurnal yang miliki reputasi.

Karya tulisnya antara lain "Building a Tourism Village with the Value of Balinese Local Wisdom in Collaborative Governance Perspective" dan "Smart Government: Village Development Strategy 4.0 Based on the Millennial Generation".

Serta satu karya tulis Ni Luh Yulyana Dewi lainnya yang narasi nya ditulis dalam bahasa Indonesia, berjudul "Pengelolaan Retribusi Parkir Oleh Desa Di Kelurahan Kuta Badung".

Terkait bisnis kuliner "Sangja Toast"
yang saat ini tengah digelutinya, Ni Luh Yulyana Dewi berikan bocoran bahwa "Toast" yang disajikan di kedainya memiliki citarasa yang berbeda yang dapat dirasakan oleh peminatnya.

"Karena "Toast" yang disajikan di outlet kami berasal dari bahan-bahan premium dengan kualitas tinggi, namun tetap dijual dengan harga yang affordable bagi anak-anak muda,"  pungkas Ni Luh Yulyana Dewi.

Diakhir berbincang-bincang , Ni Luh Yulyana Dewi pun berharap agar kegiatan pagelaran seni yang juga melibatkan para pelaku UMKM di Pantai Kute terus rutin dilaksanakan.

"Ini merupakan sebagai bagian dari recovery  ekonomi khususnya bagi warga masyarakat di Pantai Kuta Bali, paska melandainya pandemi yang ditenggarai selama dua tahun telah memporak porandakan dunia Pariwisata Bali, agar bisa kembali bangkit," pungkasnya.

(HI/MIO-IND/NETWORK)

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com