Tutup Menu

Syamsul Bahri Ancam Gugat DPW Nasdem NTB Lecehkan AD/ART

Sabtu, 05 September 2020 | Dilihat: 990 Kali
    


Mataram Skandal

Penunjukan Lalu Fatahillah Prawiranegara sebagai ketua DPC Kota Mataram terkesan super kilat dan dinilai tak prosedural oleh Syamsul Bahri yang sebelumnya menjabat Ketua DPC Nasdem Kota Mataram bakal berbuntut panjang.

 Bahri tak terima harga dirinya dan marwah keluarganya terinjak injak oleh sikap semena mena Ketua DPW Nasdem NTB M. Amin yang tanpa melalui proses yang telah ditetapkan dalam AD/ART Organisasi Partai Nasdem telah melakukan pemberhentian dirinya sebagai ketua DPC Nasdem kota Mataram dan menggantikannya dengan Lalu Fatahillah Prawiranegara secara sim salabim bak tukang sulap.

“Didalam AD/ART Partai Nasdem tidak ada tercantum istilah penunjukan Ketua. Dalam membangun komunikasi sebuah organisasi harus menggunakan azas Legalitas. Dalam SK itu disebutkan dalam pasal 7 dalam menimbang.

"Saya melihat perbuatan Ketua saya (M. Amin ketua DPW Partai Nasdem NTB, red) inkonsisten karena tindakan penunjukan itu bertentangan dengan AD/ART Partai Nasdem”, ungkapnya (Jum’at malam 4 September 2020) di kediamanya.

Menurut Syamsul dalam AD/ART Partai Nasdem telah diatur jika salah seorang pengurus Partai Nasdem melakukan kesalahan ada 4 tahapan yang harus dilakukan yakni  pertama diberikan teguran secara lisan. Kemudian kedua secara tertulis, yang ketiga diberhentikan sementara dan yang keempat diberhentikan secara permanent melaui Mahkamah Partai.

Lanjut Syamsul,” Partai Nasdem dibangun  oleh Pak Surya Paloh melaui Kemenkumham RI dengan biaya besar baik tenaga, fikiran dan materi. Sehingga diterbitkan AD/ART Partai Politik Nasdem yang sesukanya diinjak injak oleh DPW Partai Nasdem NTB. Dalam berbangsa dan Negara juga kita diatur oleh Sensi Aadat, agama,  serta norma norma, demikian juga dalam berpartai politik. Dengan terbitnya SK penunjukan ini saya menilai bahwa ini “Inkonsisten”. Maka saya mengatakan bahwa ini bukan hanya pelecehan namun telah m,enginjak injak marwah partai Nasdem yang telah terbangun dengan menguras tenaga, fikiran dan material oleh Surya Paloh sehingga berdiri dan berkibar ditengah tengah masyarakat bangsa Indonesia dan menaungi Tanah Air Indonesia”, tegasnya.

Syamsul juga mengungkapkan bahwa Partai Nasdem Satu satunya partai yang mengusung kepala daerah tanpa “mahar” dan jadi firal. Dan hal tersebut merupakan sebuah manivesto yang telah terbangun sejak awal dan terbukti bahwa Partai Nasdem kian hari kian eksis. Hanya di NTB terjadi pelecehan terhadap ADR/ART.

Syamsul juga menegaskan bahwa semua pengurus dan anggota partai Nasdem wajib tunduk kepada AD/ART. “ Setiap keputusan yang akan dikeluarkan oleh pimpinan Partai wajib melalui sidang pleno dan akan berimbas besar termasuk terhadap SK yang saya pegang Nomor 273 yang telah tergantikan oleh pergantian sepihak dengan penunjukan dan telah diterbitkan sk nomor 040 tanpa dasar yang jelas”, tegasnya.

Menurut  Syamsul SK Penunjukan Lalu Fatahillah Prawira Negara sebagai Ketua DPC Nasdem di usulkan Tanggal 28 Maret 2020  oleh  DPW Nasdem ke DPP Nasdem dan di sahkan tertanggal 31 September 2020 atau rentan dua hari ditengan pandemi covid - 19.

“Saya bukan masalah saya diberhentikan atau SK sim salabim tapi menyangkut harga diri saya yang berimbas kepada keluarga dan marwah Partai Nasdem yang terinjak injak. Maka dengan kejadian ini saya tidak akan tinggal diam, saya akan melakukan tindakan hokum dengan pelaporan dan gugatan terhadap Ketua DPW Nasdem NTB’, ancamnya. (N3G)

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com